Kominfo Kampar Diduga Tutupi Alokasi Dana Kerjasama Media, PPRI : Pasang Saja Plang di Kantor Dinas Kominfo dengan Bunyi “Dilarang Wartawan Pertanyakan Anggaran Kerjasama Publikasi Media”

KAMPAR, Garda45.com – Belakangan ini heboh ditengah tengah awak media khususnya yang bertugas di Kominfo Kabupaten Kampar terkait pemberitaan tertutupnya penyaluran anggaran publikasi terhadap perusaahan Pers di Dinas Kominfo Kabupaten Kompar.

Pasalnya, pada pemberitaan yang menghiasi Kabupaten Kampar itu, bahwa Dinas Kominfo Kabupaten Kampar di bawah kendali IN selaku PLT Kepala Dinas dan SI selaku Kabid Kominfo Kabupaten Kampar menyoroti terkait penyaluran dan atau pemberian arderan publikasi kepada perusaahan Pers yang sudah dinyatakan lolos pada Verifikasi Dinas Kominfo Kabupaten Kampar yang diduga pilih-pilih kasih menjaling kerjasama media yang dinilai lebih memproritaskan Perusahaan media yang dekat dengan pimpinan, itu yang lebih di prioritaskan untuk pesanan atau orderan Infotorial, Advertorial atau Galeri Foto.

Ironisnya, kendati hal itu telah disorot oleh beberapa media dan telah viral namun tidak menjadi kendala buat Plt Kadis Kominfo dan Kabid Kominfo Kabupaten Kampar, justru dinilai menyempelekan para wartawan.

Tak sedikit wartawan dan pemilik perusahan Pers mengungkapkan bahwa sikap yang ditunjukan PLT Kadis Kominfo, inisial IN dan SI selaku Kabid Kominfo tersebut tidak mencerminkan sosok selaku pejabat yang seharusnya menjadi contoh dan bersikap adil terhadap para perusahaan Pers yang sudah bermita di Pemkab Kampar Khususnya di Dinas Kominfo Kabupaten Kampar. Sementara tiap tahunya pemerintah kabupaten Kampar kucurkan anggaran untuk publikasi media khususnya di Dinas Kominfo Kabupaten Kampar.

Namun sangat disayangkan pelaksanaan dilapangan diduga tidak semua perusahaan media yang sudah ada kerjasama di Dinas Kominfo Kampar mendapatkan orderan. Dimana anggaran itu disalurkan.

“Kalau memang benar adanya hal tersebut tentunya sangat di sayangkan sebab seharusnya Pak kadis atau Kabid adil dalam pembagian orderan advetorial pada perusaahan pers. Artinya jangan karena faktor kedekatan media lain dirugikan, “ungkap salah seorang wartawan yang sekaligus putra daerah Kabupaten Kampar.

Hal ini pun kian menimbulkan pertanyaan kecurigaan besar terhadap publik, organisasi Pers, aktivis, LSM, dan khusunya para perusahaan Pers dan wartawan yang sudah bermitra selama ini di Dinas Kominfo Kabupaten Kampar.

Seperti yang di ungkapkan Ketua DPP Perkumpulan Pemimpin Redaksi Intelektual (PPRI), Bamen. Pihaknya menyoroti keterbukaan terkait anggaran publikasi di Dinas Kominfo Kabupaten Kampar yang setiap tahun di kucurkan oleh Pemkab Kampar, namun realisi di lapangan diduga penuh dengan permainan dan tertutup.

“Parah. Sangat kita sayangkan juga sikap yang ditunjukan oleh Kadis Kominfo itu serta Kabid Kominfo yang diduga tertutup terkait anggaran publiksi terhadap media. Kami duga bahwa anggaran publikasi media di Kominfo Kabupaten Kampar ini ada permainan dan tidak tepat sasaran sehingga terkesan ditutupi dan kucing-kucingan untuk pembagian orderan pada perusahaan media, “sebut Bamen.

“Pertanyaan simpel saja, kemana saja anggaran publikasi itu disalurkan, dan seperti apa sistemnya?. Sedangkan para awak media semuanya mengeluh, dan banyak tidak mendapatkan orderan, “tambahnya.

Oleh karena itu, Bamen dengan tegas meminta kepada Plt Kepala Dinas Kominfo khususnya Kabid Kominfo Kabupaten Kampar untuk menyadari peran dan tugasnya secara profesional. Tidak perlu main sembunyi-sembunyi, ini eranya transparansi, jelaskan aja sejelas-jelasnya terkait anggaran publikasi dan sistem pembagian orderan kepada perusahaan Pers, agar tidak berkembang opini yang liar di publik. Bila perlu, undang semua para pimpinan media dan paparkan secara terang benderang.

“Saya minta kepada Plt Kepala Dinas Kominfo, Irwan AR, dan Sri selaku kepala bidang Kominfo agar berkenan membuat konferensi Pers. Jelaskan dengan apa adanya, apa yang menjadi pertanyaan rekan-rekan media, jangan medimkan diri dan tidak menjawab konfirmasi media setiap mereka pertanyakan seputar anggaran publikasi serta orderan publikasi. Pers atau wartawan itu bukan preman, bukan hantu yang musti di takuti, kita hanya butuh pernyataan yang sebenarnya dan bisa dipertanggungjawabkan. Atau buat aja sekalian plang di Kominfo Itu bahwa “Wartawan dilarang pertanyakan anggaran publikasi di Kominfo Kabupaten Kampar, “maka menjadi jelas, ” tegasnya.

Kendati demikian, Bamen berpendapat, bahwa Plt Kepala Dinas Kominfo dan Kabid Kominfo Kabupaten Kampar yang ber typical seperti itu dapat membawa dampak negatif terhadap Pj Bupati Kampar, Hambali,SH,MBA,MH,.

“Pak Plt Kepala Dinas serta Kabid Kominfo seharusnya dapat menjaga komunikasi dengan para awak media. Jangan ciptakan kegaduhan dengan sikap diam atau menghindar dari Pers. Kalau memang tidak ada waktu, karena kesibukan, ya delegasikan saja tugas kepada bawahan, sehingga terlihat profesionalitas dan terlihat marwah lembaganya, jangan jadi kucing-kucingan begitu, “tutup ketua Perkumpulan Pemimpin Redaksi Intelektual (PPRI), Bamen.

Lagi-lagi, Hingga dimuat berita ini yang kedua kalinya, Plt Kepala Dinas Kominfo dan Kabid Kominfo Kabupaten Kampar Masih belum meberikan klarifikasi kepada Redaksi media ini dan lebih doyan bungkam.

Sementara, terlihat pesan yang dikirimkan Redaksi media ini kepada Kabid Kominfo Kabupaten Kampar, Sri, tercetang biru pertanda pesan telah dibaca.

Begitu juga kepada PLT Kadis Kominfo Kampar, Irwan AR, belum membalas konfimasi media ini. Media ini telah berupaya melakukan konfirmasi berulang kali melalui telfon team milik pribadinya, berdering namun tidak di angkat.

KEND ZAI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *