Peristiwa

Amuk KPK Gedor Diponegoro, Desak Bebaskan Gubernur Abdul Wahid

158
×

Amuk KPK Gedor Diponegoro, Desak Bebaskan Gubernur Abdul Wahid

Sebarkan artikel ini
Aksi unjuk rasa di Tugu Perjuangan, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Jumat siang (7/11/2025). (G45/MD).

PEKANBARU, Garda45.comPuluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat untuk Keadilan Riau (Amuk KPK) menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Perjuangan, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Jumat siang (7/11/2025). Dalam aksi tersebut, mereka menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berubah menjadi alat politik dan menuntut penghentian kriminalisasi terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid.

“KPK ini unprosedural dalam menetapkan tersangka. Jangan jadi alat politik. Hentikan kriminalisasi terhadap Riau,” tegas Bambang Susilo Warman, Koordinator Lapangan Amuk KPK, dalam orasinya.

Massa aksi menyampaikan tiga tuntutan utama, yaitu, bersihkan KPK dari oknum tidak kompeten, tegakkan keadilan untuk Riau, dan bebaskan Gubernur Abdul Wahid. Mereka menilai penangkapan sang gubernur bukanlah operasi tangkap tangan (OTT), melainkan “Operasi Tipu-Tipu” yang sarat dengan kepentingan politik.

“Gubernur kami dikriminalisasi tanpa bukti kuat. Kami siap membela pemimpin yang dizalimi,” teriak salah satu orator.

Dalam pernyataan sikapnya, massa mendesak agar KPK membuka seluruh proses hukum yang menjerat Gubernur Riau secara transparan. Mereka menuding lembaga anti-rasuah itu menggunakan cara-cara kotor untuk menjatuhkan pemimpin daerah yang tidak sejalan dengan kepentingan tertentu.

“Kami menduga KPK telah menyimpang dari semangat reformasi. Jika hukum tak lagi adil, rakyat Riau akan melawan,” seru Bambang disambut pekikan massa.

Tak hanya soal penegakan hukum, demonstran juga menyoroti pengelolaan sumber daya alam di Pertamina Hulu Rokan (PHR). Mereka menantang KPK untuk mengaudit proyek-proyek migas tersebut yang dinilai penuh kepentingan dan tidak transparan.

Aksi yang dimulai sejak pukul 11.00 WIB itu berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Meski orasi berlangsung keras dan penuh nada kecaman terhadap lembaga antirasuah, situasi tetap aman dan terkendali hingga aksi ditutup sekitar pukul 15.24 WIB.

“Ini bukan sekadar aksi politik. Ini perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan hukum,” ujar salah satu peserta aksi sebelum meninggalkan lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *