Pendidikan

Mahasiswa UNRI Edukasi Daur Ulang Sampah Plastik di SDN 034 Tarai Bangun Melalui Program “Sampah Plastik Gunting Ajaib”

63
×

Mahasiswa UNRI Edukasi Daur Ulang Sampah Plastik di SDN 034 Tarai Bangun Melalui Program “Sampah Plastik Gunting Ajaib”

Sebarkan artikel ini
Siswa SDN 034 Terai Bangun Antusias Mendaur Ulang Daun Plastik Menjadi Media Pembelajaran. (G45/KZ)

TAMBANG | Garda45.com – Mahasiswa Jurusan Sosiologi FISIP UNRI menggelar aksi lingkungan “Sampah Plastik Gunting Ajaib” di SDN 034 Tarai Bangun, Kampar, pada 8 November 2025. Kegiatan ini melibatkan 130 murid kelas 3 dan bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini melalui daur ulang sampah plastik.

 

M Windi Satria, ketua pelaksana, menjelaskan bahwa kelompok PASTIKA (Pembelajaran Aktif dari Sampah Plastik) merancang program ini untuk mengedukasi anak-anak tentang pengelolaan sampah plastik dan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan cara yang menyenangkan.

 

Siswa membawa sampah plastik bekas dari UMKM sekitar sekolah, yang kemudian digunakan untuk membuat media pembelajaran dengan pola jenis sampah organik dan anorganik. Selain itu, siswa juga diedukasi tentang bahaya penggunaan plastik berlebihan dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

 

Kegiatan ini dibimbing oleh dosen Sosiologi Lingkungan, Rina Susanti SSos MSi. Mahasiswa Kelompok 5 Sosiologi UNRI, yang terdiri dari M Windi Satria dan kawan-kawan, melaksanakan aksi ini.

Pihak sekolah menyambut baik program ini. Guru kelas 3 SDN 034 Tarai Bangun mengapresiasi kreativitas mahasiswa UNRI dalam mengajarkan nilai keberlanjutan kepada anak-anak.

Mahasiswa Sosiologi UNRI menunjukkan komitmen sebagai agen perubahan sosial dengan menggabungkan aspek akademik dan aksi nyata. Tiga karya terbaik siswa diberi penghargaan, dan 10 karya terbaik akan dipajang di kelas.

Kolaborasi PASTIKA dengan UMKM diapresiasi oleh pemilik UMKM melalui akun Instagram @pastika_9, yang menyatakan bahwa sampah plastik mereka dapat didaur ulang menjadi media belajar kreatif.

Program ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan dapat dilakukan secara kreatif dan bermakna, sehingga menumbuhkan generasi muda yang peduli lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *