Nasional

Terapi Imun Karya Anak Bangsa Resmi Diluncurkan di RSPPN Soedirman: “Zero Side Effect, Zero Chemical”

80
×

Terapi Imun Karya Anak Bangsa Resmi Diluncurkan di RSPPN Soedirman: “Zero Side Effect, Zero Chemical”

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat berkesempatan mencoba langsung proses awal pengambilan darah (40 cc), dan berharap inovasi ini dapat memberikan berkah kesehatan bagi bangsa serta inovasi ini dapat terus berkembang dan diperluas jangkauannya. (G45/Kemhan)

JAKARTA | Garda45.com – Kabar baik datang dari dunia kesehatan nasional. Layanan Immunotherapy Nusantara by Terawan, inovasi terapi imun tanpa efek samping karya anak bangsa, kini resmi tersedia di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Soedirman, Jakarta Selatan.

Peresmian layanan ini dilakukan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin, Senin (10/11/2025). Terapi ini digagas dan dipimpin langsung oleh Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K), yang saat ini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan.

Dalam sambutannya, Menhan Sjafrie menyampaikan bahwa kehadiran Immunotherapy Nusantara menjadi bagian dari upaya kemandirian bangsa di bidang kesehatan. “Kita patut bangga, karena inovasi medis ini adalah karya anak bangsa yang tidak hanya bermanfaat bagi prajurit TNI, tetapi juga bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Menurut dr. Terawan, Immunotherapy Nusantara merupakan terapi personal (personalized therapy) berbasis sel dendritik, yaitu sel imun yang diambil dari darah pasien sendiri. Sebanyak 40 cc darah pasien diolah di laboratorium selama tujuh hari hingga menjadi semimature dendritic cells (sel dendritik semi-matang).

“Terapi ini menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh secara alami. Bila imunitas berlebih, ia menurunkannya. Bila rendah, ia meningkatkannya. Tidak ada bahan kimia, tidak ada efek samping — zero side effect, zero chemical,” jelas Terawan.

Selain meningkatkan daya tahan tubuh, terapi ini juga diketahui memiliki efek antiinflamasi yang kuat, berpotensi mencegah penyakit degeneratif seperti Alzheimer, gangguan saraf, dan peradangan kronis.

RSPPN Soedirman kini menjadi rumah bagi layanan unggulan Immunotherapy Nusantara, di bawah naungan Kementerian Pertahanan RI. Meski berada di lingkungan militer, layanan ini terbuka untuk masyarakat umum melalui mekanisme rujukan medis dan konsultasi dokter.

Tahapan layanan terdiri atas:

  1. Pemeriksaan kesehatan awal.
  2. Pengambilan darah sebanyak 40 cc.
  3. Pengolahan sel dendritik selama tujuh hari di laboratorium khusus.
  4. Penyuntikan kembali sel dendritik hasil olahan ke tubuh pasien.

Seluruh proses dilakukan oleh tim medis bersertifikat, dengan standar keamanan tinggi di fasilitas modern milik RSPPN Soedirman.

Selain layanan imunoterapi, rumah sakit ini juga menghadirkan Digital Subtraction Angiography (DSA) — teknologi pencitraan mutakhir yang memungkinkan deteksi dini gangguan pembuluh darah, jantung, dan otak dengan tingkat akurasi tinggi.

Peresmian layanan ini turut dihadiri oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Keduanya menegaskan dukungan penuh terhadap langkah Kementerian Pertahanan menjadikan RSPPN Soedirman sebagai pusat riset dan pelayanan medis berbasis inovasi nasional.

“Ini bukan sekadar fasilitas kesehatan, tapi bagian dari strategi besar bangsa untuk mandiri dalam riset dan teknologi medis,” ujar Panglima TNI.

Kehadiran Immunotherapy Nusantara by Terawan menjadi momentum penting bagi kebangkitan inovasi medis Indonesia. Melalui kolaborasi antara sektor pertahanan dan kesehatan, negara berupaya menghadirkan solusi pengobatan yang aman, alami, dan berbasis ilmu pengetahuan lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *