Daerah

Akses Warga Terancam, Pemkab Kampar Desak Pembangunan Jembatan Balung

5
×

Akses Warga Terancam, Pemkab Kampar Desak Pembangunan Jembatan Balung

Sebarkan artikel ini
Bupati Kampar Ahmad Yuzar meninjau jembatan penghubung Balung–Tanjung Belit yang mulai rapuh. (G45/humas) 

KOTO KAMPAR HULU | Garda45.com – Bupati Kampar Ahmad Yuzar S.Sos, MT meninjau langsung kondisi jembatan penghubung antara Tanjung Belit, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat dengan Desa Balung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (29/11).

Jembatan yang menjadi akses vital bagi mobilitas masyarakat di dua kabupaten tersebut kini semakin mengkhawatirkan. Kondisi konstruksi yang sudah tidak layak pakai dinilai menghambat aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar masyarakat.

Dalam peninjauan itu, Bupati Kampar turut didampingi Kepala Bappeda Kampar Ardi Mardiansyah, S.STP, M.Si untuk melakukan pemetaan kebutuhan teknis pembangunan jembatan baru yang lebih kokoh dan aman.

“Pembangunan jembatan ini sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Desa Balung dan wilayah sekitarnya. Dengan sinergi antar daerah, kita berharap pemerintah pusat memberikan dukungan melalui APBN,” tegas Ahmad Yuzar.

Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota telah bersepakat menyusun proposal pendanaan bersama yang nantinya diajukan ke pemerintah pusat melalui skema APBN.

Langkah percepatan ini diambil guna memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar arus barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan Riau–Sumatera Barat.

Menurut Bupati, keberadaan jembatan representatif akan menjadi pengungkit baru bagi sektor pertanian, pariwisata, dan perdagangan masyarakat.

“Kami ingin warga di perbatasan merasakan manfaat pembangunan secara nyata, tanpa terisolasi,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *