JAKARTA – Garda45.com – TNI Angkatan Laut mengerahkan personel untuk memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di sejumlah daerah di Sumatra Utara. Bencana terjadi akibat hujan deras berkepanjangan yang melanda sejak awal pekan.
Daerah terdampak meliputi Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, hingga kawasan pemukiman di sepanjang aliran sungai yang kini terendam dan terisolasi.
“Kondisi medan sangat berat. Banyak jalan terputus dan desa terisolasi. Ratusan warga harus mengungsi ke tempat aman sambil menunggu bantuan,” ujar Kadispenal Laksma TNI Tunggul dalam keterangan resminya, Jumat (28/11/2025).
Untuk mempercepat proses evakuasi, TNI AL mengerahkan pasukan Batalyon Infanteri 8 Marinir. Fokus operasi berada di Kabupaten Langkat, terutama di Desa Pelawi, Kecamatan Sei Lepan, serta Kampung Terowongan, Kecamatan Babalan, dua wilayah yang terdampak paling parah.
Prajurit Marinir menembus kawasan terendam menggunakan perahu karet, menyisir arus sungai yang deras untuk mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah, di atas atap bangunan hingga yang bertahan di pepohonan. Puluhan warga, termasuk anak-anak dan lansia, berhasil dievakuasi ke pos pengungsian.
“Pembersihan jalur darat juga terus dilakukan karena akses utama tertutup material lumpur dan pohon tumbang. Kami percepat agar logistik segera masuk,” lanjut Tunggul.
Operasi SAR masih berlangsung hingga hari ini. Marinir TNI AL bersama unsur Basarnas, TNI-Polri, dan relawan tetap siaga 24 jam di titik rawan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan ekstrem diprediksi masih terjadi dalam beberapa hari mendatang.
TNI AL memastikan komitmen dukungan penuh hingga seluruh wilayah terdampak pulih dan seluruh warga korban bencana memperoleh penanganan maksimal.











