Peristiwa

9 Hotspot Muncul di Riau, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem

8
×

9 Hotspot Muncul di Riau, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi cuaca. (G45/net).

PEKANBARU| Garda45.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyampaikan prakiraan cuaca terbaru untuk Provinsi Riau pada Minggu (30/11/2025). Sejumlah wilayah disebut akan mengalami hujan dengan intensitas meningkat dari siang hingga dini hari.

Forecaster BMKG Pekanbaru Sanya Gautami menyebut cuaca pada pagi hari umumnya cerah berawan. Namun, radar mendeteksi hujan ringan hingga sedang di Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, dan sebagian Pelalawan.

“Siang hari masih cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan bersifat lokal berpeluang di Indragiri Hulu, Kampar, dan Kuantan Singingi,” jelas Sanya.

Memasuki sore hingga malam, intensitas hujan diprakirakan meningkat. Potensi hujan ringan hingga sedang akan terjadi di Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Siak, hingga Kota Pekanbaru.

“Hujan sedang hingga lebat berpotensi disertai petir dan angin kencang terutama di Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir pada sore hingga dini hari,” tegasnya.

Pada dini hari, kondisi udara diprakirakan kabur hingga berawan, dengan hujan yang masih berpotensi mengguyur sebagian wilayah.

Suhu udara di Riau berada pada kisaran 23–33°C dengan kelembapan tinggi, yakni 58–99 persen. Angin bertiup dari barat daya ke utara berkecepatan 10-30 km/jam.

Di sektor maritim, tinggi gelombang 0,5–1,25 meter di sebagian besar perairan, namun dapat mencapai 2,5 meter di wilayah Indragiri Hilir dan Rokan Hilir. Nelayan diminta tetap waspada.

Selain cuaca, BMKG juga mengawasi hotspot sebagai indikasi kebakaran lahan. Sumatera tercatat memiliki 43 titik panas, dengan 9 hotspot terdeteksi di Riau:
• Bengkalis 1
• Pelalawan 4
• Indragiri Hulu 2
• Indragiri Hilir 2

Peningkatan hotspot ini menjadi perhatian khusus agar kondisi cuaca yang lebih kering di beberapa wilayah tidak memicu kebakaran hutan dan lahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *