Peristiwa

Pertamina Dikecam Masyarakat, Pasokan Pertamax Tertunda

98
×

Pertamina Dikecam Masyarakat, Pasokan Pertamax Tertunda

Sebarkan artikel ini
Pertamina Dikecam Masyarakat, Pasokan Pertamax Tertunda
Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax Pertamax Turbo di Salah Satu SPBU di Pekanbaru kosong,. Jumat (12/12/2025). (G45/Fir)

PEKANBARU | Garda45.comKelangkaan Pertamax 92 dan Pertamax Turbo mengancam pengguna kendaraan pribadi di Pekanbaru. Sejumlah SPBU di Riau, meski wilayah ini dikenal sebagai penghasil migas, dilaporkan mengalami kekosongan stok sejak sepekan terakhir.

Keluhan masyarakat memuncak, terutama dari pengguna kendaraan yang mengandalkan bahan bakar oktan tinggi. Meskipun pasokan Pertalite dan Solar masih normal, keterlambatan distribusi Pertamax menimbulkan kritik terhadap kinerja Pertamina di Provinsi Riau.

Nicolas, warga Jalan Harapan Raya, mengaku harus menanggung dampak langsung kelangkaan ini.

“Pertamax 92 dan Pertamax Turbo di SPBU Pertamina Jalan Harapan Raya sering kosong. Bahkan di SPBU lain juga kosong. Saya sudah empat hari tak dapat. Pernah sekali dapat harus datang subuh ke SPBU,” ujarnya dengan nada kesal.

Senada, Herry Abas, warga Jalan Hang Tuah, mengkritik pelayanan Pertamina yang dinilai lamban.

“Saya sudah keliling tiga SPBU di Jalan Hang Tuah dan Jalan Thamrin, ternyata kosong. Kondisi ini sudah hampir satu minggu. Tolong Pertamina perbaiki pelayanannya. Riau penghasil migas, masa BBM bisa langka?” kata Herry.

Menyikapi hal ini, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, dikonfirmasi media ini, membenarkan kondisi kelangkaan tersebut. Ia menyatakan persoalan ini telah dibahas dalam rapat bersama Pemprov Riau dan Pertamina.

“Plt Gubernur Riau sudah menginstruksikan Pertamina untuk menjamin pasokan. Semua jenis BBM harus tersedia sesuai kebutuhan masyarakat,” tegas Syahrial, Jumat (12/12/2025).

Syahrial menambahkan pemerintah akan terus memantau ketersediaan Pertamax di seluruh SPBU.

“Apabila ada skenario lain terkait distribusi maupun penyaluran BBM, kami minta segera diinformasikan. Idealnya ketersediaan BBM di Riau tetap aman,” ujarnya.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyebut kelangkaan terjadi karena adanya penyesuaian suplai dari terminal BBM yang sedang dalam proses normalisasi. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan,

“Distribusi ke beberapa SPBU mengalami keterlambatan. Sebagai upaya percepatan pemulihan, suplai dari Fuel Terminal Sei Siak telah dioptimalkan. Sebanyak 1.300 KL Pertamax dan 1.300 KL Pertamax Turbo mulai didistribusikan bertahap ke SPBU terdampak,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *