Riau | Garda45.com – Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tidak hanya merusak permukiman serta aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada dunia pendidikan. Proses belajar mengajar di daerah terdampak ikut terguncang. Sabtu (4/1/26).
Di tengah keterbatasan pascabencana, para guru tetap menunjukkan komitmen dengan hadir mendampingi peserta didik. Aktivitas pembelajaran terus diupayakan berjalan meski sarana dan kondisi belum sepenuhnya pulih.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah menyalurkan tunjangan khusus bagi guru yang bertugas di wilayah terdampak bencana. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp35 miliar. Bantuan tersebut ditujukan untuk menopang penghidupan para pendidik sekaligus memastikan kegiatan belajar mengajar tidak terhenti.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan bahwa penyaluran tunjangan khusus tersebut dilakukan secara bertahap kepada guru yang terdampak langsung. Bantuan ini diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar para guru pascabencana.
Dengan adanya tunjangan khusus tersebut, pemerintah berharap stabilitas layanan pendidikan di daerah terdampak dapat terjaga, serta keberlangsungan proses belajar mengajar tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.











