TANGGAMUS | Garda45.com – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Aula Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotaagung, Kamis (26/2/2026). Kegiatan buka puasa bersama yang digelar pihak lapas mempertemukan pegawai, warga binaan, serta keluarga warga binaan dalam satu ruang silaturahmi yang sarat makna.
Momen tersebut bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi menjadi ruang temu yang menghadirkan senyum, haru, dan pelukan yang lama dirindukan. Di balik tembok tinggi lembaga pemasyarakatan, suasana Ramadhan tetap hidup dengan nuansa kekeluargaan.
Sejak sore hari, aula lapas mulai dipenuhi warga binaan yang duduk berjejer rapi. Di sisi lain, keluarga yang datang tampak tak sabar menanti waktu berbuka. Ketika adzan Maghrib berkumandang, doa bersama dipanjatkan, menghadirkan suasana khidmat sebelum hidangan sederhana disantap bersama.
Kepala Lapas Kotaagung, Andi Gunawan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang menitikberatkan pada nilai kemanusiaan dan penguatan mental spiritual.
“Kami ingin menghadirkan suasana penuh kasih dan kekeluargaan. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk mempererat hubungan batin antara warga binaan dan keluarganya. Semoga momen ini menjadi penguat hati, baik bagi warga binaan maupun keluarga yang setia menunggu dan mendukung mereka,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada aspek administratif dan keamanan, tetapi juga menyentuh sisi batin serta sosial. Hubungan emosional dengan keluarga dinilai memiliki peran besar dalam proses perubahan perilaku warga binaan.
Beberapa keluarga tampak menitikkan air mata saat bisa kembali duduk berdampingan dengan anggota keluarga mereka. Ada yang berbagi cerita, ada pula yang sekadar saling menggenggam tangan tanpa banyak kata. Suasana itu menjadi bukti bahwa dukungan keluarga tetap menjadi kekuatan utama dalam menjalani masa pembinaan.
Salah seorang keluarga warga binaan mengaku bersyukur atas kesempatan tersebut. Baginya, kebersamaan sederhana saat berbuka puasa sudah cukup menjadi pengobat rindu dan penyemangat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan. Ini sangat berarti bagi kami,” ucapnya singkat.
Kegiatan buka bersama tersebut juga diisi dengan tausiyah singkat tentang makna kesabaran, keikhlasan, dan harapan. Pesan yang disampaikan menekankan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri.
Melalui momentum Ramadhan, Lapas Kotaagung berupaya menghadirkan pembinaan yang lebih humanis. Pihak lapas berharap kegiatan ini mampu menjadi energi positif bagi warga binaan agar semakin termotivasi menjalani masa pembinaan dengan baik serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Ramadhan di balik tembok lapas pun terasa berbeda. Tidak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga menjadi ruang rekonsiliasi batin, penguat harapan, dan jembatan silaturahmi yang mempertemukan kembali hati-hati yang sempat terpisah oleh keadaan.











