Banner Website

Banner Website
Peristiwa

Dugaan Penimbunan BBM Subsidi Libatkan Ayah dan Anak, Warga Sebut Gudang di Dua Lokasi

651
×

Dugaan Penimbunan BBM Subsidi Libatkan Ayah dan Anak, Warga Sebut Gudang di Dua Lokasi

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI (G45/Tomi)

TANGGAMUS | Garda45.com – Ramainya aktivitas melansir bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diduga menuju sejumlah tempat penimbunan membuat masyarakat kesulitan mendapatkan BBM di SPBU. Kondisi ini dikeluhkan warga di wilayah Kecamatan Kota Agung Timur yang mengaku harus antre panjang hanya untuk mengisi bahan bakar kendaraan.

Seorang pemilik warung yang berdomisili di Kecamatan Kota Agung Timur mengatakan, masyarakat terpaksa membeli BBM dari kios pengecer karena sulit mendapatkannya langsung di SPBU.

“Mau isi BBM untuk kendaraan saja harus antre lama karena ramai pengecoran. Bahkan para pengecer juga berebutan. Anehnya, mereka datang dari tempat yang jauh di luar Kota Agung,” ujar warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu (11/03/2026).

Menurutnya, di sejumlah kios penjual BBM eceran juga beredar Pertalite dan Solar yang diduga merupakan hasil oplosan. BBM tersebut diduga bersumber dari gudang penimbunan sekaligus pengoplosan minyak yang berada di wilayah Pekon Gisting Bawah.

Sumber tersebut menyebut, gudang itu diduga milik seorang yang dikenal sebagai pemain BBM bersubsidi berinisial SS.

Selain itu, untuk jenis Solar, para kios penjual BBM eceran disebut-sebut kerap mengambil pasokan dari gudang pengoplosan di wilayah tersebut.

Informasi lain juga datang dari seorang warga Pekon Way Gelang yang mengaku pernah terlibat dalam aktivitas pengecoran BBM bersubsidi. Ia menyebut, terdapat gudang besar yang diduga menjadi tempat penimbunan sekaligus pengoplosan BBM jenis Pertalite dan Solar.

Gudang tersebut, kata dia, diduga dimiliki oleh ayah dan anak berinisial KN dan SS yang merupakan warga Pekon Gisting.

Menurutnya, gudang milik KN berada di wilayah Gisting Atas, tepat di belakang Rumah Makan Satiyem. Sementara gudang milik SS disebut berada di wilayah Gisting Bawah.

“Gudang KN ada di Gisting Atas, tepat di belakang Rumah Makan Satiyem. Sementara gudang milik SS berada di Gisting Bawah,” ungkap sumber tersebut.

Warga juga mengeluhkan dampak dari penggunaan BBM yang diduga telah dioplos. Seorang warga berinisial YA mengatakan, sepeda motor milik masyarakat kerap mengalami masalah setelah menggunakan BBM dari kios eceran.

“Motor jadi sering mogok. Diduga karena BBM yang digunakan,” ujarnya, berdasarkan keluhan kerabat dan tetangganya.

Padahal, kualitas bahan bakar menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga performa kendaraan. Penggunaan BBM yang telah dicampur dengan zat lain berpotensi merusak mesin kendaraan dalam jangka panjang.

Beredarnya BBM oplosan pun dinilai menjadi ancaman serius bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi kerugian ekonomi, tetapi juga berisiko merusak kendaraan.

Sementara itu, saat awak media mencoba mengonfirmasi KN yang diduga sebagai pemilik salah satu gudang penimbunan dan pengoplosan BBM di wilayah Gisting, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Upaya konfirmasi dilakukan pada Kamis (12/03/2026) melalui pesan WhatsApp ke nomor telepon 0821-6966-61XX, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban ataupun klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *