Banner Website

Banner Website
Nasional

Kemnaker Tinjau Program MagangHub di Lapas Sukamiskin

37
×

Kemnaker Tinjau Program MagangHub di Lapas Sukamiskin

Sebarkan artikel ini

BANDUNG | Garda45.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Cris Kuntadi, meninjau langsung pelaksanaan Program Pemagangan Nasional (MagangHub) di Lapas Kelas I Sukamiskin, Kota Bandung, Jumat (13/3/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan program pemagangan berjalan optimal dalam menyiapkan tenaga kerja yang terampil, berpengalaman, dan siap memasuki dunia kerja.

Dalam keterangannya kepada media, Cris Kuntadi menegaskan bahwa program pemagangan merupakan salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi generasi muda yang akan memasuki dunia kerja.

“Program pemagangan nasional menjadi salah satu cara efektif untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap kerja. Dunia usaha dan industri juga menyambut program ini dengan sangat antusias,” kata Cris pada Garda45.com, Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi lulusan baru diploma maupun sarjana adalah minimnya pengalaman kerja. Hal ini kerap menjadi kendala ketika mereka melamar pekerjaan.

“Dalam banyak informasi lowongan kerja sering dicantumkan syarat memiliki pengalaman. Sementara lulusan baru umumnya belum memiliki pengalaman kerja. Karena itu, Program Pemagangan Nasional selama enam bulan ini sangat penting, karena memberi pengalaman nyata yang bisa menjadi bekal mereka masuk ke dunia kerja,” ujarnya.

Cris menjelaskan, program pemagangan nasional yang saat ini berjalan diperkirakan akan selesai pada April hingga Juni 2026. Setelah itu, Kemnaker berencana membuka kembali program MagangHub dengan cakupan yang lebih luas.

Langkah tersebut dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja melalui program pemagangan.

“Kami akan membuka kembali program pemagangan nasional dengan skala yang lebih luas agar semakin banyak masyarakat memperoleh pengalaman kerja dan keterampilan,” tutur Cris.

Selain itu, Kemnaker juga akan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi serta balai pelatihan vokasi dan produktivitas, guna meningkatkan efektivitas program pemagangan ke depan.

Dalam kunjungan tersebut, Cris disambut oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, bersama Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin, Fajar Nur Cahyono.

Fajar menilai program pemagangan yang bekerja sama dengan Kemnaker sangat membantu proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Program ini juga memberi peluang bagi warga binaan untuk memiliki keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat.

“Program ini sangat membantu kegiatan pembinaan di pemasyarakatan sekaligus membuka peluang bagi warga binaan untuk memiliki keterampilan yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujar Fajar.

Dalam kesempatan tersebut, Cris juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para peserta MagangHub. Salah satunya Anggi, peserta dari Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung yang mengikuti program pemagangan di sektor peternakan.

Anggi yang merupakan lulusan Universitas Padjadjaran mengaku senang dapat mengikuti program tersebut. Menurutnya, kegiatan pemagangan memberikan pengalaman baru sekaligus wawasan tentang pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

“Awalnya saya kira di dalam lapas para warga binaan hanya dikurung saja. Ternyata banyak kegiatan pembinaan seperti peternakan, pertanian, pramuka, dan konveksi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Anggi juga menunjukkan jersey hasil produksinya dari pelatihan konveksi. Produk tersebut bahkan telah dipasarkan secara daring melalui marketplace.

Hal ini menunjukkan bahwa program pemagangan tidak hanya memberikan pengalaman belajar, tetapi juga membuka peluang usaha dan keterampilan produktif bagi para peserta.

Program MagangHub diharapkan terus berkembang sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan, dunia industri, dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *