PEKANBARU | Garda45.com – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan signifikan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pada Jumat (20/3/2026), harga emas tercatat di angka Rp 2.893.000 per gram, turun hingga Rp 50.000 dibanding hari sebelumnya.
Data yang dirilis melalui platform Logam Mulia menunjukkan pergerakan harga emas dalam sepekan terakhir cenderung tidak stabil. Fluktuasi tajam terjadi sejak awal pekan, memperlihatkan tekanan yang cukup kuat di pasar logam mulia.
Pada Senin (16/3), harga emas Antam sempat menyentuh Rp 2.992.000 per gram, mendekati ambang Rp 3 juta. Namun tren tersebut tidak bertahan lama. Sehari kemudian, harga turun tipis menjadi Rp 2.988.000 per gram.
Kenaikan sempat terjadi pada Rabu (18/3) sebesar Rp 8.000 ke level Rp 2.996.000 per gram. Namun momentum itu kembali terhenti, setelah pada Kamis (19/3) harga jatuh ke Rp 2.943.000 per gram, sebelum akhirnya kembali melemah ke posisi Rp 2.893.000 per gram.
Penurunan tidak hanya terjadi pada harga jual. Nilai buyback atau harga beli kembali oleh Antam juga ikut terkoreksi. Hari ini, buyback berada di level Rp 2.610.000 per gram, turun hingga Rp 55.000.
Kondisi ini mencerminkan tekanan pasar yang cukup kuat, terutama menjelang periode Lebaran yang biasanya diwarnai peningkatan kebutuhan likuiditas masyarakat. Tidak sedikit investor maupun pemilik emas yang memilih melepas asetnya untuk kebutuhan konsumsi atau persiapan hari raya.
Meski demikian, emas masih menjadi instrumen lindung nilai yang diminati dalam jangka panjang. Fluktuasi harga dalam jangka pendek dinilai sebagai dinamika pasar yang wajar, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Berikut rincian harga emas Antam per Jumat (20/3/2026):
0,5 gram: Rp 1.496.500
1 gram: Rp 2.893.000
2 gram: Rp 5.726.000
3 gram: Rp 8.564.000
5 gram: Rp 14.240.000
10 gram: Rp 28.425.000
25 gram: Rp 70.937.000
50 gram: Rp 141.795.000
100 gram: Rp 283.512.000
250 gram: Rp 708.515.000
500 gram: Rp 1.416.820.000
1.000 gram (1 kg): Rp 2.833.600.000
Dengan tren yang masih fluktuatif, pelaku pasar kini menunggu arah pergerakan selanjutnya, apakah harga akan kembali menguat atau justru melanjutkan koreksi menjelang puncak











