Banner Website

Banner Website
Ekonomi

Petani Rantau Bayur Keluhkan Ketiadaan Bibit dan Sarana Pertanian di Tengah Musim Tanam

39
×

Petani Rantau Bayur Keluhkan Ketiadaan Bibit dan Sarana Pertanian di Tengah Musim Tanam

Sebarkan artikel ini
Kondisi lahan sawah yang mulai mengering di Kecamatan Rantau Bayur akibat kemarau. (G45/Aben)

BANYUASIN | Garda45.com – Sejumlah petani di Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, mengeluhkan belum tersedianya bantuan bibit dan sarana pertanian dari pemerintah, sementara masa tanam padi telah tiba.

Kondisi ini diperparah dengan lahan persawahan yang mulai mengering akibat musim kemarau, sehingga petani berada dalam tekanan untuk segera melakukan penanaman.

Keluhan tersebut disampaikan para petani pada Senin (30/3/2026). Mereka menilai kebutuhan seperti bibit, pupuk, dan pestisida sangat mendesak, namun hingga kini belum juga tersedia.

Ahyak, petani asal Desa Lebung Banyuasin, mengaku hingga saat ini belum menerima bantuan apa pun.

“Belum ada bantuan, baik bibit, pupuk, maupun racun hama. Kami heran kenapa pemerintah daerah tidak memperhatikan petani di Rantau Bayur ini,” ujarnya.

Ia menyebut kondisi petani saat ini cukup memprihatinkan. Tanpa dukungan sarana pertanian, keberlangsungan produksi dan kesejahteraan petani terancam.

“Kami sangat berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Kalau terus seperti ini, nasib petani semakin sulit,” tambahnya.

Ahyak juga menegaskan keterlambatan bantuan berdampak langsung pada kesiapan lahan. Jika masa tanam tertunda, maka hasil panen pun berpotensi menurun.

Keluhan serupa disampaikan Marwandi, petani asal Desa Tebing Abang. Ia mengaku terpaksa membeli bibit secara mandiri dengan harga tinggi demi mengejar masa tanam.

“Kami terpaksa beli sendiri dengan harga mahal. Bibit yang ditanam pun seadanya, campur-campur jenis, daripada sawah kosong,” ungkapnya.

Kondisi ini menunjukkan tekanan nyata yang dihadapi petani di tengah keterbatasan sarana. Mereka harus mengambil langkah darurat agar lahan tetap produktif, meski dengan biaya lebih besar dan risiko hasil panen yang tidak optimal.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait mengenai waktu distribusi bantuan bibit maupun sarana pertanian kepada petani di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *