Banner Website
Nasional

Program Vokasi Nasional 2026 Resmi Bergulir, Fokus Tekan Pengangguran dan Serap Tenaga Kerja

62
×

Program Vokasi Nasional 2026 Resmi Bergulir, Fokus Tekan Pengangguran dan Serap Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat membuka secara resmi Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 di BBPVP Bekasi. (G45/Biro Humas Kemnaker)

Bekasi | Garda45.com – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi memulai Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I Tahun 2026 yang diikuti lebih dari 10 ribu peserta dari lulusan SMA/SMK sederajat. Program ini dilaksanakan serentak secara nasional sebagai langkah konkret meningkatkan kesiapan tenaga kerja memasuki dunia industri.

Peluncuran program dipusatkan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Rabu (8/4/2026), dan dibuka langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Direktur Jenderal Binalavotas Darmawansyah, serta Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe.

Dalam sambutannya, Yassierli menegaskan bahwa pelatihan vokasi merupakan program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Sepanjang tahun 2026, program ini menargetkan sebanyak 70.000 peserta yang seluruhnya dibiayai melalui APBN. Untuk Batch I sendiri, pelatihan telah dimulai serentak sejak 1 April 2026.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Tercatat sebanyak 29.850 orang mendaftar melalui platform Skillhub pada tahap awal,” ujar Yassierli.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.405 peserta dinyatakan lolos seleksi, terdiri dari 5.833 orang melalui jalur seleksi umum dan 4.572 orang melalui jalur kerja sama afirmatif dengan mitra industri dan masyarakat.

Para peserta tersebut tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD di berbagai daerah.

Yassierli menegaskan, pelaksanaan pelatihan secara serentak ini bertujuan untuk memberikan akses yang adil dan merata bagi seluruh pencari kerja di Indonesia.

“Dengan sistem serentak ini, kita ingin memastikan setiap pencari kerja memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensinya,” tegasnya.

Program ini juga dirancang secara inklusif dengan membuka kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti pelatihan.

Tidak hanya fokus pada jumlah peserta, program ini juga menunjukkan hasil konkret. Sekitar 50 persen peserta Batch I telah memiliki komitmen penempatan kerja setelah menyelesaikan pelatihan, yang menunjukkan kuatnya keterkaitan antara program vokasi dengan kebutuhan industri.

Selain itu, peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari pelatihan gratis, makan siang selama pelatihan, bantuan transportasi, perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, sertifikat pelatihan, sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), hingga fasilitas asrama untuk pelatihan tertentu.

“Dukungan ini penting agar peserta dapat mengikuti pelatihan dengan fokus tanpa terbebani biaya dasar selama proses belajar,” jelas Yassierli.

Sementara itu, Direktur Jenderal Binalavotas, Darmawansyah, menambahkan bahwa program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja.

“Program ini diharapkan mampu mengurangi pengangguran, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing angkatan kerja Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa proses pendaftaran dan seleksi dilakukan secara terpusat melalui platform Skillhub guna memastikan transparansi, inklusivitas, dan non-diskriminasi.

Dengan pendekatan yang semakin terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan industri, Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus memperluas kesempatan kerja di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *