Banner Website
Hukrim

Dugaan Penyelewengan Dana BOS Menguat, Kondisi SDN 14 Panai Hulu Memprihatinkan

254
×

Dugaan Penyelewengan Dana BOS Menguat, Kondisi SDN 14 Panai Hulu Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini
Kondisi ruang kelas SDN 14 Panai Hulu yang rusak parah, atap asbes berlubang dan membahayakan keselamatan siswa saat proses belajar mengajar. (G45/NS)

LABUHANBATU | Garda45.com – Kondisi bangunan SD Negeri 14 Panai Hulu, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, menjadi sorotan setelah awak media melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Sejumlah fasilitas sekolah tampak rusak parah, memicu dugaan adanya penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya pada sektor sarana dan prasarana.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan pada Rabu (15/04/2026), kondisi sekolah dinilai sangat memprihatinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa. Atap asbes terlihat pecah dan berlubang, kaca jendela hancur, serta mobiler di ruang kelas mengalami kerusakan berat.

Kepala Sekolah SDN 14 Panai Hulu, Suriati, diketahui telah menjabat selama tiga periode sejak tahun 2012. Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran dana BOS tahun 2025 untuk sarana dan prasarana mencapai sekitar Rp45.200.000.

Namun, kondisi fisik sekolah dinilai tidak mencerminkan penggunaan anggaran tersebut secara maksimal. Kerusakan yang terjadi justru terkesan dibiarkan dalam waktu yang cukup lama.

Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi sekolah yang dinilai tidak layak.

“Kami kecewa, Pak, melihat keadaan sekolah itu. Anak-anak kami seperti terancam keselamatannya. Tapi mau bagaimana lagi, masyarakat hanya bisa menerima apa adanya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran komite sekolah yang dinilai tidak transparan.

“Komitenya Pak Sugeng, mantan Kepala Desa Meranti Paham. Tapi kami tidak tahu apakah beliau benar-benar dilibatkan atau tidak,” tambahnya.

Upaya konfirmasi kepada Ketua Komite Sekolah, Sugeng, belum membuahkan hasil. Saat didatangi ke kediamannya, yang bersangkutan tidak berada di tempat.

Sementara itu, Kepala Sekolah Suriati saat ditemui di lingkungan sekolah justru terkesan menghindari awak media.

“Saya ada urusan ke korwil,” ucapnya singkat sebelum meninggalkan lokasi.

Konfirmasi lanjutan melalui pesan WhatsApp juga tidak memberikan penjelasan yang substansial. Suriati hanya mengirimkan foto perbaikan asbes yang disebut baru dilakukan.

“Pak itu kan sekarang sudah direhab,” tulisnya singkat.

Namun, saat ditanya lebih lanjut mengenai penyebab kerusakan serta rincian penggunaan anggaran, tidak ada jawaban yang menjelaskan secara detail.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan transparan terkait penggunaan dana BOS di sekolah tersebut. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *