Jakarta | Garda45.com – Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menegaskan bahwa generasi muda harus mengambil peran aktif dalam menciptakan lapangan kerja di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Biru Muda Project bertajuk “UNWRAP: From Potential to Impact Conference 2026” di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, struktur ketenagakerjaan Indonesia saat ini masih didominasi sektor informal. Dari total angkatan kerja, lebih dari 155 juta orang berada di sektor tersebut, sementara jutaan lainnya belum terserap secara optimal di pasar kerja.
“Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari angka statistik, tetapi mampu menunjukkan kemampuan melalui tindakan nyata,” ujar Afriansyah Noor, kepada Garda45.com
Ia menilai, kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri masih menjadi persoalan utama yang memengaruhi rendahnya penyerapan tenaga kerja. Karena itu, transformasi menyeluruh dalam pembangunan sumber daya manusia dinilai mendesak agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
Dalam konteks tersebut, generasi muda didorong untuk tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang melalui inovasi, kewirausahaan, serta pemanfaatan teknologi digital.
“Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi melalui penciptaan peluang kerja baru, terutama di era digital,” katanya.
Lebih lanjut, pemerintah terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, komunitas, hingga media.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Ketenagakerjaan pada 2026 menetapkan empat pilar strategis, yaitu penguatan pelatihan vokasi melalui skilling dan reskilling, pengembangan Talent and Innovation Hub (TIH), perluasan akses pelatihan termasuk bagi penyandang disabilitas, serta peningkatan produktivitas melalui Labor Productivity Clinics.
Selain itu, pengembangan talenta juga dilakukan melalui pendekatan inkubasi untuk mendorong lahirnya wirausaha digital baru. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan pelaku ekonomi mandiri yang inovatif, termasuk di sektor ekonomi kreatif dan industri hijau.
“Seluruh program tersebut merupakan bagian dari strategi terintegrasi untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global,” tutup Afriansyah Noor.











