Jakarta | Garda45.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menandatangani Nota Kesepahaman Bersama dengan Wadhwani Foundation dan PT Indosat Tbk untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional. Penandatanganan dilakukan pada Selasa (5/5/2026) di Jakarta sebagai langkah konkret menghadapi transformasi dunia kerja yang kian cepat.
Kerja sama ini mencakup peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI), hingga perluasan kesempatan kerja yang inklusif, termasuk bagi tenaga kerja disabilitas. Kolaborasi tersebut juga menitikberatkan pada penguatan akses layanan ketenagakerjaan berbasis digital.
Salah satu fokus utama dalam kemitraan ini adalah pengembangan Talent and Innovation Hub (TIH), sebuah ekosistem pengembangan SDM yang tidak hanya berorientasi pada pelatihan, tetapi juga mendorong inovasi serta kewirausahaan. Program ini dirancang untuk menciptakan talenta yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja baru.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan di era disrupsi teknologi.
“Dunia kerja saat ini tengah mengalami transformasi yang sangat cepat. Disrupsi teknologi, digitalisasi, dan perubahan kebutuhan industri telah menciptakan kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan pasar kerja,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia tengah berada pada fase bonus demografi yang besar. Namun, tanpa intervensi yang tepat, kondisi tersebut berpotensi menjadi beban bagi negara. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk memastikan potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kesepahaman bersama ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui pendekatan yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis teknologi,” tambahnya.
Selain itu, kerja sama ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja melalui pelatihan soft skills, literasi digital, serta pengembangan kewirausahaan. Integrasi platform layanan ketenagakerjaan seperti SIAPKerja dan JobReady turut menjadi bagian penting dalam memperluas akses layanan secara inklusif.
Menaker menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.
Dengan adanya kerja sama ini, pemerintah berharap dapat melahirkan talenta masa depan yang kompeten, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan produktivitas nasional di tengah dinamika perubahan dunia kerja.











