PEKANBARU | Garda45.com – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar menunjukkan capaian yang kian terasa di tengah masyarakat. Sejumlah program kerja yang sebelumnya menjadi janji politik kini mulai terealisasi secara bertahap, menghadirkan perubahan nyata di berbagai sektor. Selasa (5/5/2026).
Dalam periode tersebut, arah pembangunan Kota Pekanbaru dinilai semakin terstruktur. Pelayanan publik semakin dekat dengan warga, sementara tata kelola kota mulai dibenahi secara menyeluruh. Pemerintah kota pun menegaskan komitmen untuk mewujudkan Pekanbaru yang bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Langkah konkret diawali dari kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Penurunan tarif parkir kendaraan bermotor menjadi salah satu kebijakan awal yang mendapat respons positif. Di sektor lingkungan, Gerakan Serbu Sampah digulirkan dengan pembentukan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan, sekaligus diiringi penindakan terhadap pelaku pembuang sampah ilegal.
Penataan kota juga dilakukan melalui penertiban 175 tiang reklame yang dinilai mengganggu estetika dan keselamatan. Sementara itu, pelayanan publik diperkuat lewat kehadiran Mobil AMAN 112 yang menghadirkan layanan administrasi kependudukan langsung ke masyarakat.
Dalam penanganan banjir, pemerintah kota melakukan intervensi di 20 titik rawan, termasuk normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer serta perbaikan drainase dan daerah aliran sungai (DAS) sepanjang 109,5 kilometer. Upaya penghijauan juga dilakukan melalui penanaman 15 ribu pohon sebagai bagian dari visi Pekanbaru Green City.
Tidak hanya fokus pada wilayah sendiri, solidaritas turut ditunjukkan Pemerintah Kota Pekanbaru dengan menyalurkan bantuan bagi daerah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di sektor pendidikan, berbagai program digulirkan, mulai dari pemberian beasiswa S1 hingga S3, termasuk bagi hafiz Al-Qur’an. Program Zero Putus Sekolah juga berhasil menjaring 1.778 anak dan mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan, termasuk membantu persoalan ijazah yang tertahan.
Pemerintah kota juga memperkuat program wajib belajar 13 tahun dengan menghadirkan satu PAUD di setiap kelurahan, terintegrasi dengan layanan posyandu. Pelatihan kader posyandu pun dilakukan untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi mendatang.
Di bidang kesehatan dan kesejahteraan, program pemeriksaan kesehatan gratis serta Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik dan kelompok rentan terus berjalan. Selain itu, berbagai prestasi turut diraih, termasuk Juara 2 MTQ tingkat Provinsi Riau serta suksesnya penyelenggaraan MTQ ke-57 tingkat kota.
Pelestarian budaya juga mendapat perhatian melalui Festival Kreatif Budaya Melayu yang mendorong pertumbuhan UMKM. Gaya hidup sehat turut dipromosikan melalui event Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah.
Dari sisi pemberdayaan masyarakat, program bantuan Rp100 juta per RW menjadi salah satu kebijakan strategis. Sementara itu, penguatan aparatur dilakukan melalui pengangkatan PPPK dan pemberian tunjangan kinerja ke-14.
Pembangunan infrastruktur juga menunjukkan capaian signifikan. Lebih dari 42 kilometer jalan diperbaiki, 42 halte diremajakan, lampu penerangan dipasang, serta fasilitas wifi gratis dihadirkan di sejumlah titik. Untuk menjaga daya beli masyarakat, bazaar pangan murah digelar di 50 lokasi.
Dalam aspek tata kelola keuangan, Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil melunasi utang warisan sebesar Rp467 miliar. Selain itu, proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu jam, sekaligus mendorong masuknya investasi baru.
Sebagai bentuk peningkatan keamanan, Wali Kota Agung Nugroho juga meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112. Di bidang lingkungan, inovasi pengelolaan sampah melalui proyek waste to energy (WTE) mulai dikembangkan.
Atas berbagai capaian tersebut, Agung Nugroho menerima penghargaan peringkat dua nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari pemerintah pusat, khususnya dalam menekan angka kemiskinan dan stunting.
Selain program daerah, Pemerintah Kota Pekanbaru juga mempercepat implementasi Program Strategis Nasional (PSN). Salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis yang didukung 27 dapur umum, masing-masing mampu menyediakan hingga 3.500 porsi per hari.
Program Koperasi Merah Putih juga telah terealisasi di 83 kelurahan dengan status badan hukum. Digitalisasi pendidikan terus berjalan, termasuk penggunaan smartboard di sekolah negeri.
Upaya pengentasan kemiskinan dilakukan melalui penguatan UMKM dan intervensi terhadap kemiskinan ekstrem. Di sektor perumahan, pemerintah telah membangun 42 unit rumah layak huni serta merehabilitasi 12 unit rumah.
Sementara itu, pengembangan jaringan gas kota telah mencapai 20 ribu sambungan rumah tangga. Sistem pengelolaan sampah terpadu juga terus diperkuat melalui LPS di setiap kelurahan.
Capaian satu tahun kepemimpinan Agung Nugroho dan Markarius Anwar menjadi fondasi penting bagi transformasi Kota Pekanbaru ke depan. Dari janji yang kini mulai terwujud, masyarakat mulai merasakan dampak nyata dari berbagai kebijakan yang dijalankan.
Dengan berbagai program yang terus berjalan, Pekanbaru kini melangkah menuju kota yang lebih tertata, berdaya saing, dan berkelanjutan. (ADV/KEND ZAI)











