Peristiwa

Pemerintah Gagal Total Atasi Banjir, Janji “Satu Tahun APBD Beres” Kini Jadi Bahan Ejekan

8045
×

Pemerintah Gagal Total Atasi Banjir, Janji “Satu Tahun APBD Beres” Kini Jadi Bahan Ejekan

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi banjir yang merendam Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Jumat (8/5/2026), menyebabkan puluhan kendaraan mogok dan arus lalu lintas lumpuh, serta dokumentasi saat pasangan Agung Nugroho menyampaikan janji politik bahwa persoalan banjir hanya membutuhkan satu tahun APBD untuk diselesaikan. (G45/Afdal)

PEKANBARU | Garda45.com – Pemerintah Kota Pekanbaru dinilai gagal total dalam menuntaskan persoalan banjir yang hingga kini masih menghantui sejumlah titik di ibu kota Provinsi Riau tersebut. Kritik keras muncul lantaran janji politik Wali Kota Agung Nugroho saat kampanye dulu dianggap tidak sejalan dengan kondisi nyata di lapangan.

Saat maju dalam kontestasi politik, Agung Nugroho pernah menyampaikan optimisme bahwa persoalan banjir di Pekanbaru bisa diselesaikan hanya dengan satu tahun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pernyataan itu kala itu memberi harapan besar kepada masyarakat yang sudah bertahun-tahun hidup dalam ancaman genangan air setiap hujan deras mengguyur kota.

Namun kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Hampir dua tahun setelah dilantik sebagai Wali Kota Pekanbaru, banjir masih menjadi momok utama masyarakat. Bahkan sejumlah titik banjir disebut semakin parah, salah satunya di Jalan Arifin Ahmad yang kembali lumpuh akibat genangan air tinggi pada Jumat (8/5/2026).

Pantauan di lapangan, puluhan kendaraan roda dua mogok saat mencoba menerobos banjir di kawasan tersebut. Air menggenangi badan jalan hingga menyebabkan arus lalu lintas tersendat panjang. Hingga pukul 18.30 WIB, genangan air di Jalan Arifin Ahmad masih belum surut.

Rahmad, salah seorang pemuda di Pekanbaru, menilai kepemimpinan Agung Nugroho gagal membuktikan janji politik yang dulu digaungkan ke masyarakat. Ia menyebut pernyataan soal penyelesaian banjir hanya dalam satu tahun APBD kini hanya menjadi omong kosong.

“Yang katanya janji politiknya saat itu bahwa dirinya hanya membutuhkan satu tahun APBD maka persoalan banjir clear. Namun faktanya, sekarang sudah hampir dua tahun ia pimpin, tapi belum dia buktikan. Banjir di jalan ini seperti kolam renang,” ujar Rahmad kepada Garda45.com, Jumat (8/5/2026).

Ia juga menilai Pemerintah Kota Pekanbaru lebih sibuk membangun pencitraan dibanding bekerja serius menyelesaikan akar persoalan banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

“Maka kita nilai bahwa Pemko gagal atasi banjir, dan janji dia omong kosong. Yang terlihat justru lebih banyak pencitraan,” tegasnya.

Kritik serupa juga disampaikan warga lainnya, Doni Saputra, yang menyebut kondisi banjir di Pekanbaru semakin memperlihatkan lemahnya tata kelola infrastruktur dan drainase kota.

Menurutnya, masyarakat mulai kehilangan kepercayaan karena janji yang disampaikan saat kampanye tidak kunjung terealisasi.

“Setiap hujan deras, masyarakat tetap waswas. Jalan utama saja bisa lumpuh total seperti ini. Padahal anggaran infrastruktur sangat besar. Pertanyaannya, ke mana hasilnya,” kata Doni.

Ia menyoroti besarnya anggaran infrastruktur yang digelontorkan Pemerintah Kota Pekanbaru, khususnya pada tahun anggaran 2026 yang mencapai ratusan miliar rupiah.

Namun besarnya anggaran tersebut dinilai belum memberikan dampak nyata terhadap persoalan banjir yang terus berulang.

“Informasi bahwa anggaran tahun 2026 ini ratusan milyar. Kemana anggaran itu,” Cetusnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *