Bengkalis, Garda45.com – Jejak para ulama yang selama puluhan tahun menuntun kehidupan masyarakat Negeri Junjungan kini kembali dihidupkan melalui sebuah karya bernilai sejarah. Sosok-sosok yang dikenal sebagai penjaga syiar Islam, penggerak pendidikan, dan penguat nilai budaya Melayu religius itu dihimpun dalam Buku Profil Ulama Kharismatik Kabupaten Bengkalis Jilid II.
Peluncuran buku tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Bengkalis, Kasmarni, dalam kegiatan yang berlangsung secara luring dan daring di Aula Bappeda Bengkalis, Selasa (12/5/2026).
Kehadiran jilid kedua ini menjadi bentuk penghormatan Pemerintah Kabupaten Bengkalis terhadap para ulama yang telah memberikan pengabdian besar bagi masyarakat melalui dakwah, pendidikan, dan pembinaan moral umat.
Dalam sambutannya, Kasmarni menegaskan bahwa buku Profil Ulama Kharismatik bukan sekadar catatan perjalanan sejarah, melainkan warisan intelektual dan spiritual yang harus dijaga serta diwariskan kepada generasi muda.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga oleh kuatnya karakter, akhlak, dan spiritual masyarakat yang dibentuk melalui keteladanan para ulama.
“Para ulama telah menjadi pelita yang menerangi kehidupan umat melalui ilmu, kesabaran, dan keteladanan. Buku ini mengingatkan kita bahwa pembangunan daerah juga harus dibangun di atas nilai moral dan spiritual masyarakat,” ujar Kasmarni.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan buku tersebut, mulai dari tim penulis, editor, keluarga ulama, hingga tokoh masyarakat yang memberikan data dan catatan sejarah.
Kasmarni menilai para ulama Bengkalis memiliki peran penting dalam menjaga identitas Melayu religius di tengah perkembangan zaman. Mereka hadir bukan hanya sebagai pendakwah, tetapi juga pendidik, panutan masyarakat, sekaligus perekat persatuan umat.
“Figur-figur ulama yang dituliskan dalam buku ini merupakan tokoh luar biasa. Mereka tidak hanya berdakwah di mimbar, tetapi juga membangun pendidikan dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat,” katanya.
Ia berharap Buku Profil Ulama Kharismatik Kabupaten Bengkalis Jilid II dapat menjadi sumber bacaan inspiratif di sekolah, pesantren, majelis taklim, maupun di lingkungan masyarakat luas agar semangat perjuangan para ulama terus hidup lintas generasi.
Kasmarni juga mengajak generasi muda menjadikan para ulama sebagai teladan dalam membangun kehidupan yang berilmu, beradab, dan berakhlakul karimah.
“Semoga buku ini menjadi sumber motivasi sekaligus jembatan untuk memperkuat kecintaan kepada para ulama. Mari melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah mereka wariskan,” tuturnya.
Peluncuran buku ditandai dengan penandatanganan buku oleh Bupati Bengkalis, kemudian dilanjutkan sesi foto bersama keluarga para ulama yang kisah perjuangannya dimuat dalam jilid kedua tersebut.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bengkalis, Amrizal, mengungkapkan bahwa jumlah tokoh ulama yang telah dimuat dalam dua jilid buku kini mencapai 66 orang.
Menurut Amrizal, hal tersebut menunjukkan besarnya pengaruh ulama Bengkalis dalam perjalanan sejarah daerah, baik dalam bidang dakwah, pendidikan, maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Ulama Kabupaten Bengkalis tidak hanya berkiprah dalam dakwah, tetapi juga menjadi pelopor pendidikan, penggerak sosial masyarakat, bahkan ikut berjuang melawan penjajah,” ungkapnya.
Melalui penerbitan jilid kedua ini, Pemerintah Kabupaten Bengkalis kembali menegaskan komitmennya menjaga warisan sejarah dan menghargai kontribusi para ulama sebagai fondasi penting dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berbudaya.**











