Nasional

Afni Gaspol ke Jakarta, 112 Sekolah Rusak di Siak Diperjuangkan Dapat Revitalisasi

73
×

Afni Gaspol ke Jakarta, 112 Sekolah Rusak di Siak Diperjuangkan Dapat Revitalisasi

Sebarkan artikel ini
Bupati Siak, Afni Zulkifli. (G45/van)

JAKARTA | Garda45.com – Bupati Siak, Afni Zulkifli terus bergerak memperjuangkan nasib dunia pendidikan di Kabupaten Siak. Mulai dari kondisi sekolah rusak hingga masa depan guru honorer, seluruh persoalan itu dibawa langsung ke meja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Dalam audiensi tersebut, Afni didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, Kepala Dinas Pendidikan Riau Erisman Yahya, serta Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau Nilam Suri.

Rombongan diterima langsung Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen RI, Gogot Suharwoto.

Turut hadir Inspektur Jenderal Kemendikdasmen RI Faisal Syahrul, Inspektur II Itjen Kemendikdasmen Purwaniati Nugraheni, serta sejumlah pejabat kementerian lainnya.

Dalam pertemuan itu, Afni menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak tidak tinggal diam melihat banyaknya sekolah yang mengalami kerusakan dan membutuhkan perhatian serius pemerintah pusat.

“Kita terus berikhtiar semaksimal mungkin, khususnya perjuangan mendapatkan revitalisasi sekolah di Siak yang sudah dalam kondisi rusak,” tegas Afni.

Mantan wartawan itu mengungkapkan, sedikitnya terdapat 112 sekolah di Kabupaten Siak yang telah diusulkan untuk memperoleh program revitalisasi dari pemerintah pusat. Selain itu, Pemkab Siak juga mengajukan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang kini telah memasuki tahap survei lapangan oleh pihak kementerian.

Tak hanya soal bangunan sekolah, Afni juga menaruh perhatian serius terhadap nasib guru honorer di Siak. Ia menegaskan, guru non-ASN yang selama ini mengabdi tidak boleh kehilangan pekerjaan di tengah kebutuhan tenaga pendidik yang masih tinggi.

“Kami mengusulkan dan mendukung seluruh Guru Honorer di Siak menjadi PPPK, dengan pembiayaan dari APBN. Karena Siak masih membutuhkan banyak guru, dan kita tidak mungkin merumahkan guru yang sudah lama mengabdi untuk pendidikan Siak,” lugasnya.

Selain revitalisasi sekolah dan pengangkatan guru honorer menjadi PPPK, audiensi tersebut juga membahas digitalisasi pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di Kabupaten Siak.

Afni berharap, hasil pertemuan dengan Kemendikdasmen RI itu membawa dampak nyata bagi kemajuan pendidikan di Negeri Istana.

“Insya Allah dengan pertemuan hangat ini, akan banyak kabar baik untuk dunia pendidikan Siak ke depan,” tutupnya optimis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *