Ekonomi

Ekonomi Siak Tumbuh 5,87 Persen, Lampaui Rata-Rata Provinsi Riau

67
×

Ekonomi Siak Tumbuh 5,87 Persen, Lampaui Rata-Rata Provinsi Riau

Sebarkan artikel ini
Peserta Musrenbang RKPD Kabupaten Siak mengikuti pemaparan arah pembangunan dan proyeksi keuangan daerah tahun 2027. (G45/Van)

SIAK | Garda45.com – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Siak menunjukkan tren positif dan signifikan dalam lima tahun terakhir. Dari angka 2,31 persen pada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Siak meningkat menjadi 5,87 persen pada tahun 2025, bahkan melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau yang berada di angka 4,79 persen.

Capaian tersebut disampaikan Wakil Bupati Siak, Syamsurizal saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Ruang Raja Indra Pahlawan Kantor Bupati Siak, Rabu (13/5/2026).

Dalam pemaparannya, Syamsurizal menjelaskan bahwa berbagai indikator makro pembangunan Kabupaten Siak periode 2021-2025 menunjukkan tren membaik. Selain pertumbuhan ekonomi yang meningkat, tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan dari 5,18 persen menjadi 4,40 persen, lebih baik dibandingkan rata-rata Provinsi Riau yang masih berada di angka 6,30 persen.

Tak hanya itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Siak juga mengalami peningkatan konsisten dari 73,98 menjadi 77,19. Angka tersebut melampaui capaian IPM Provinsi Riau yang berada di angka 76,31.

“Capaian dengan perbaikan dari tahun 2021-2025 adalah capaian terbaik kita, tentu tidak berarti pembangunan kita bebas dari tantangan yang ada,” ujar Syamsurizal.

Meski demikian, ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah persoalan strategis yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Salah satunya terkait belanja pegawai yang masih mencapai 37,84 persen atau sekitar Rp2,1 triliun, sementara target nasional berada di angka 30 persen.

Selain itu, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor migas dan potensi daerah lainnya dinilai belum optimal. Pemerintah Kabupaten Siak juga masih menghadapi ketergantungan tinggi terhadap dana transfer pusat.

“Kita harus kerja keras tidak hanya menunggu pendapatan transfer. Kita harus mencari pendapatan hasil daerah karena SDA kita dan potensi pendapatan sangat terbuka di Kabupaten Siak,” katanya.

Syamsurizal juga menyoroti belum meratanya pembangunan antarwilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing tenaga kerja, serta penguatan ekonomi inklusif dan pengurangan ketimpangan sosial.

Untuk tahun 2027, proyeksi keuangan daerah Kabupaten Siak diperkirakan berada di angka Rp1,9 triliun, dengan PAD sebesar Rp449 miliar dan pendapatan transfer pusat sekitar Rp1,5 triliun.

Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mendorong peningkatan PAD Kabupaten Siak agar semakin mandiri dan maju.

“Mudah-mudahan pendapatan asli daerah kita bisa mencapai Rp1 triliun. Kami bersama Bupati ingin perangkat daerah bergerak cepat agar Siak semakin maju,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *