Peristiwa

Jalan Pungguk Baru Abung Timur Terendam Lumpur, Akses Warga Lumpuh 

278
×

Jalan Pungguk Baru Abung Timur Terendam Lumpur, Akses Warga Lumpuh 

Sebarkan artikel ini
Kondisi jalan ruas Pungguk Baru di penuhi lumpur, Sabtu (16/5/26). (G45/Yono)

Lampung Utara |Garda45.com -Ruas jalan kabupaten di Desa Pungguk Baru, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara, berubah menjadi kubangan lumpur usai diguyur hujan pada Sabtu pagi (16/5/2026). Kondisi jalan yang rusak parah membuat kendaraan kesulitan melintas, bahkan sebuah mobil pick up terlihat roda kendaraan berputar hebat hingga mengeluarkan asap hitam tebal dari knalpotnya.

Pantauan di lokasi, roda kendaraan berputar di tempat saat mencoba melewati jalan berlumpur. Tanah merah menyembur ke udara, sementara pengendara motor harus berjalan perlahan sambil berdiri di pijakan agar tidak tergelincir.

“Ini gara-gara kemarin digusur pakai ekskavator, nggak rata dan nggak dipadatkan. Hari ini hujan, langsung jadi bubur,” ujar seorang guru honorer yang setiap hari melintasi jalan tersebut untuk mengajar, Sabtu (16/5/2026).

Guru honorer yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mengatakan kondisi jalan sebenarnya sudah lama rusak. Namun, pengerukan yang dilakukan sehari sebelumnya justru memperburuk keadaan karena tanah dikeruk tanpa pemadatan dan tanpa saluran pembuangan air.

“Begitu hujan semalam langsung hancur. Sekarang licin dan lumpurnya parah. Kalau panas nanti, debunya masuk sampai ke hidung,” katanya.

Bekas ban kendaraan tampak membentuk alur dalam di sepanjang jalan. Ruas yang bisa dilewati semakin sempit karena di sisi kiri dan kanan terdapat kubangan besar. Mobil pick up yang melintas harus dipaksa bekerja keras hanya untuk bergerak beberapa meter.

“Asap hitam dari knalpot itu bukti kalau jalannya memang sudah parah di luar nalar,” keluh warga.

Warga menyebut jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat Desa Pungguk Baru.

Jalur itu setiap hari digunakan petani mengangkut hasil singkong, anak-anak berangkat sekolah, hingga warga menuju puskesmas.

“Bukan jalan lagi ini, tapi track offroad. Kami tiap hari seperti balapan dengan maut,” ujar guru honorer tersebut.

Ia mengaku khawatir tidak bisa sampai ke sekolah dengan selamat jika kondisi jalan terus dibiarkan rusak.

“Saya guru, tapi saya sendiri nggak yakin bisa sampai sekolah dengan aman. Kalau saya nggak datang, siapa yang ngajar anak-anak?” katanya pelan.

Menurut warga, keluhan terkait kerusakan jalan sudah berkali-kali disampaikan ke pemerintah desa maupun kecamatan. Namun, perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara dan kembali rusak saat hujan turun.

“Kami nggak minta jalan mulus seperti tol. Cukup aman dilalui, supaya anak-anak bisa sekolah dan kami nggak taruhan nyawa tiap pagi,” tegasnya.

Hingga Sabtu siang, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Lampung Utara terkait rencana perbaikan jalan Pungguk Baru–Abung Timur tersebut.

Sementara itu, di tengah kubangan lumpur, mobil pick up masih terus berjuang menembus jalan rusak. Asap hitam masih mengepul ke udara, seolah menggambarkan keluhan warga yang hingga kini belum juga mendapat kepastian perbaikan jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *