Daerah

Gotong Royong Warga Fajar Baru Wujudkan Jalan Lingkungan Tanpa Dana Pemerintah

65
×

Gotong Royong Warga Fajar Baru Wujudkan Jalan Lingkungan Tanpa Dana Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Warga Dusun 2A Desa Fajar Baru bergotong royong membuka dan memperlebar akses jalan lingkungan secara swadaya demi mendukung mobilitas masyarakat, Minggu (17/5/2026).(G45/Yono).

Lampung Selatan, Garda45.com Harapan warga Dusun 2A, Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, untuk memiliki akses jalan yang lebih layak akhirnya mulai terwujud melalui semangat kebersamaan dan kepedulian antarwarga.

Sejak Minggu pagi, 17 Mei 2026, puluhan warga di Jalan R.A. Basyid Gang Murni AS dan Gang Baitul Makmur RT/RW 001/005 bergotong royong membuka sekaligus memperlebar jalan lingkungan yang selama ini hanya berupa akses sempit dan sulit dilalui kendaraan roda empat.

Dengan peralatan sederhana, warga membersihkan lahan, meratakan badan jalan, serta menggali sisi jalan untuk saluran drainase guna mengantisipasi genangan air saat musim hujan.

Akses lingkungan sepanjang kurang lebih 200 meter dengan lebar sekitar empat meter itu dapat dibangun setelah pemilik lahan menghibahkan sebagian tanahnya demi kepentingan masyarakat. Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkan warga untuk mewujudkan jalan yang telah lama menjadi kebutuhan utama lingkungan mereka.

Kepala Dusun 2A Desa Fajar Baru, Junaidi Damisi, mengatakan keinginan memperlebar jalan sebenarnya sudah lama muncul di tengah masyarakat. Namun keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut baru dapat direalisasikan tahun ini melalui swadaya warga.

“Tidak ada bantuan dari pemerintah. Sebagian warga bahkan rela mengeluarkan dana pribadi demi kelancaran gotong royong ini. Ini bentuk kebersamaan masyarakat membangun fasilitas lingkungan secara mandiri,” ujar Junaidi.

Menurutnya, keberadaan jalan baru tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas masyarakat, membuka akses ekonomi warga, serta mendorong perkembangan kawasan sekitar menjadi lebih baik.

Kini, jalan yang sebelumnya hanya dapat dilalui pejalan kaki dan sepeda motor perlahan berubah menjadi akses penghubung yang lebih layak dan representatif bagi warga Dusun 2A.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *