Bengkalis, Garda45.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa kembali digerakkan melalui penanaman cabai seluas 0,5 hektar di Kecamatan Bandar Laksamana, sebagai bagian dari implementasi Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia hingga tingkat kewilayahan.
Jajaran Polsek Bukit Batu turut menggerakkan pemantauan sekaligus pendampingan penanaman cabai di Desa Parit Satu Api-Api, Kabupaten Bengkalis, Kamis (21/5/2026), sebagai langkah penguatan sektor hortikultura lokal.
Pada lahan seluas 0,5 hektar, tanaman cabai dibudidayakan sebagai upaya strategis meningkatkan produksi hortikultura, sekaligus memperkuat ketersediaan pangan lokal di wilayah hukum Polsek Bukit Batu. Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diarahkan sebagai model pengembangan pertanian berbasis masyarakat.
Kapolsek Bukit Batu, Kompol Al Imran, menegaskan bahwa program tersebut dibangun melalui pendekatan kolaboratif dengan melibatkan masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan di daerah.
“Kami melaksanakan penanaman cabai di lahan 0,5 hektar di Desa Parit Satu Api-Api. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi contoh yang mampu menggerakkan masyarakat untuk mendukung program pemerintah sekaligus meningkatkan produksi cabai di Kecamatan Bandar Laksamana,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kekuatan utama program ini terletak pada sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar manfaat program dapat dirasakan secara langsung oleh warga, khususnya dalam aspek ekonomi dan ketahanan pangan.
“Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi cabai dan pada akhirnya turut mendorong kesejahteraan masyarakat di wilayah hukum Polsek Bukit Batu,” tambahnya.
Di lokasi kegiatan, Bhabinkamtibmas Desa Parit Satu Api-Api, Brigadir Kuswanto, turut hadir mendampingi warga selama proses penanaman berlangsung. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkuat partisipasi aktif masyarakat dalam program ketahanan pangan berbasis desa.
Melalui inisiatif ini, Polsek Bukit Batu menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas harga cabai di pasar lokal yang kerap mengalami fluktuasi.**











