Ekonomi

Jagung Tumbuh di Tengah Sawit, Sinergi Polri dan Petani Perkuat Ketahanan Pangan

77
×

Jagung Tumbuh di Tengah Sawit, Sinergi Polri dan Petani Perkuat Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Bhabinkamtibmas Desa Air Kulim Brigpol Bambang Siregar bersama jajaran Polsek Mandau meninjau tanaman jagung pipil di lahan tumpang sari kebun sawit Desa Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan, Rabu (20/05/2026).(G45/Humas).

Bengkalis, Garda45.com Hamparan kebun sawit di Desa Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan, kini tidak hanya menjadi ruang produksi perkebunan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi penguatan ketahanan pangan nasional. Di sela pohon sawit yang menjulang, jagung pipil tumbuh subur sebagai simbol kolaborasi antara Polri, pemerintah desa, Bumdes, dan kelompok tani dalam mendukung cita-cita swasembada pangan Indonesia.

Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan survei dan pengecekan pengelolaan lahan pertanian jagung yang dilaksanakan Polsek Mandau bersama masyarakat pada Rabu (20/05/2026). Kegiatan itu merupakan bagian dari Program Gerakan Penanaman Jagung Seluas 1 Juta Hektar yang masuk dalam Program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Peninjauan berlangsung di Jalan Rejosari RT 03 RW 03 Dusun Sukamaju dan dipimpin langsung Kapolsek Mandau Kompol Primadona, S.I.K., M.Si. Turut hadir Bhabinkamtibmas Desa Air Kulim Brigpol Bambang Siregar, PJ Kepala Desa Air Kulim Suryati S.Sos., Ketua Kelompok Tani Berkah Faizunsyah, serta Ketua Bumdes Desa Air Kulim Aditya Kurniawan.

Lahan seluas sekitar dua hektare yang dikelola Kelompok Tani Berkah bersama Bumdes Desa Air Kulim itu telah memasuki usia tanam sekitar 100 hari. Jagung pipil yang dibudidayakan dengan metode tumpang sari di kawasan kebun kelapa sawit tampak berkembang baik dengan tinggi tanaman mencapai sekitar 170 sentimeter dan sebagian mulai memasuki fase berbuah.

Kapolsek Mandau Kompol Primadona mengatakan keterlibatan Polri dalam program tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pemanfaatan lahan produktif, termasuk area perkebunan, dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pangan.

“Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan lahan secara optimal,” ujar Kompol Primadona. Kamis (21/5/2026).

Meski dihadapkan pada curah hujan tinggi yang sempat menyebabkan genangan serta gangguan hama babi hutan, para petani bersama pihak terkait tetap melakukan pemupukan dan perawatan intensif agar hasil panen tetap maksimal. Untuk mendukung percepatan pengelolaan lahan, sejumlah sarana pertanian turut disiapkan, mulai dari excavator, jonder, cangkul hingga mulsa.

Kompol Primadona mengungkapkan, dukungan sarana tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengolahan lahan sekaligus menunjang keberhasilan program penanaman jagung di wilayah Bathin Solapan.

Kolaborasi antara Polri, pemerintah desa, Bumdes, dan kelompok tani itu menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui kerja bersama yang tumbuh dari desa. Dari lahan-lahan produktif di Air Kulim, semangat swasembada terus disemai menuju Indonesia yang mandiri dan sejahtera.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *