Ekonomi

Ladang Jagung dan Semangat Swasembada, Sinergi Polri-Petani Mengakar di Bukit Batu

61
×

Ladang Jagung dan Semangat Swasembada, Sinergi Polri-Petani Mengakar di Bukit Batu

Sebarkan artikel ini
Bhabinkamtibmas Desa Batang Duku Bripka Richi Sagita, S.Sos., bersama penyuluh pertanian saat memantau hasil panen jagung kelompok tani di Desa Batang Duku, Kecamatan Bukit Batu, dalam mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional 2026. Kamis (21/5/2026).(G45/Humas).

Bengkalis, Garda45.com Hamparan ladang jagung di Desa Batang Duku, Kecamatan Bukit Batu, bukan sekadar ruang produksi pangan bagi masyarakat setempat. Di tengah semangat panen yang berlangsung sederhana namun penuh harapan, terjalin pula kolaborasi antara kepolisian dan petani dalam menjaga ketahanan pangan sebagai bagian dari kekuatan sosial di daerah.

Komitmen itu terlihat dalam kegiatan monitoring hasil panen jagung yang dilakukan jajaran Polsek Bukit Batu bersama kelompok tani setempat pada Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Bukit Batu Kompol Al Imran, S.H., didampingi Bhabinkamtibmas Desa Batang Duku Bripka Richi Sagita, S.Sos., bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Kelompok Tani Tunas Baru.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah aktivitas pertanian menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat desa.

Dalam monitoring itu, kelompok tani berhasil memanen jagung pipil jenis Hibrida Betras 1 dari lahan seluas sekitar 0,5 hektare dengan hasil mencapai kurang lebih satu ton. Jagung hasil panen tersebut rencananya akan dipasarkan kepada masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak ayam yang terus meningkat di wilayah Bukit Batu.

Kapolsek Bukit Batu Kompol Al Imran mengatakan, peran Bhabinkamtibmas tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir mendukung aktivitas produktif warga, termasuk di sektor pertanian.

Menurutnya, keterlibatan Polri dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program swasembada pangan nasional tahun 2026, sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar terus meningkatkan hasil produksi.

“Suasana panen yang berlangsung akrab itu juga mencerminkan tumbuhnya sinergi antara aparat dan masyarakat dalam membangun ketahanan daerah dari sektor pangan. Kehadiran polisi di tengah petani dinilai memberi semangat baru bahwa menjaga stabilitas wilayah tidak hanya dilakukan melalui keamanan, tetapi juga dengan memastikan sektor pangan masyarakat tetap berjalan baik.” ungkap Kompol Al Imran, Kamis (21/5/2026).

Melalui pendampingan di tengah lahan pertanian masyarakat, Polres Bengkalis ingin memastikan bahwa ketahanan pangan tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi juga gerakan bersama yang tumbuh dari desa.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *