Peristiwa

Asap Pekat dan Cuaca Ekstrem, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla di Tanjung Kapal

77
×

Asap Pekat dan Cuaca Ekstrem, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla di Tanjung Kapal

Sebarkan artikel ini
Tim gabungan melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis. (G45/Van)

PEKANBARU | Garda45.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, hingga Sabtu (6/6/2026) masih menjadi perhatian serius. Kobaran api yang belum sepenuhnya terkendali terus menguji kemampuan tim gabungan di lapangan, terutama karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat dengan tiupan angin kencang yang mempercepat penyebaran api.

Petugas pemadam yang terdiri dari berbagai unsur terus berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke kawasan lain. Namun, upaya tersebut tidak berjalan mudah karena asap tebal yang menyelimuti lokasi kebakaran turut menghambat jarak pandang dan mobilitas petugas saat melakukan pemadaman.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kondisi cuaca menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi tim di lapangan.

“Asap lumayan pekat. Angin kencang juga mempercepat penjalaran api di lokasi kebakaran,” kata Ferdian saat dikonfirmasi Garda45.com, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Ferdian, angin yang bertiup cukup kuat membuat api dengan cepat berpindah ke area lain yang masih memiliki bahan bakar berupa semak dan vegetasi kering. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja lebih ekstra dalam mengendalikan titik api yang terus berubah arah mengikuti hembusan angin.

Selain mempercepat penyebaran api, asap tebal yang muncul akibat kebakaran juga menjadi tantangan tersendiri. Jarak pandang yang terbatas membuat petugas harus lebih berhati-hati saat bergerak di area terdampak kebakaran.

Untuk memperkuat operasi pemadaman, Manggala Agni telah mengerahkan dua tim dari Daops Siak yang bekerja sejak pagi hingga siang hari. Kehadiran personel tambahan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian api yang masih aktif di sejumlah titik.

Tidak hanya itu, bantuan personel dari luar daerah juga mulai berdatangan. Tim pemadam dari Kota Jambi dan Muara Tebo telah tiba di lokasi pada Jumat sore dan dijadwalkan mulai terlibat penuh dalam operasi pemadaman.

“Sore kemarin tim dari Kota Jambi dan Muara Tebo sudah merapat ke lokasi dan akan mulai beroperasi hari ini,” ujar Ferdian.

Penanganan karhutla di Tanjung Kapal dilakukan secara terpadu melalui jalur darat maupun udara. Dari udara, satu unit helikopter diterjunkan untuk melakukan water bombing atau pengeboman air pada titik-titik api yang sulit dijangkau oleh petugas darat.

Langkah tersebut dinilai sangat membantu dalam memperlambat laju penyebaran api, terutama pada area yang memiliki akses terbatas dan medan yang cukup sulit dilalui kendaraan maupun personel pemadam.

Sementara itu, di darat, satu unit ekskavator terus dioperasikan untuk membuat sekat bakar guna membatasi pergerakan api. Selain itu, alat berat tersebut juga digunakan untuk membangun embung-embung yang berfungsi sebagai cadangan sumber air bagi petugas selama operasi pemadaman berlangsung.

“Excavator terus membantu penyekatan dan pembuatan embung-embung untuk mendukung operasi pemadaman,” jelas Ferdian.

Upaya penanganan kebakaran ini melibatkan banyak pihak. Selain Manggala Agni, operasi juga didukung oleh BPBD, TNI, Polri, serta tim pemadam dari perusahaan yang berada di sekitar lokasi, yakni PT SRL dan PT Priatama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *