Pemerintah

SF Hariyanto Kawal Pelebaran Jalan dan Akses Baru di Pekanbaru

3085
×

SF Hariyanto Kawal Pelebaran Jalan dan Akses Baru di Pekanbaru

Sebarkan artikel ini
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto memimpin pertemuan bersama Dinas PUPR dan pihak terkait membahas percepatan pelebaran jalan serta pembebasan lahan di Pekanbaru. (G45/Afdal)

PEKANBARU | Garda45.com – Program pelebaran jalan menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Riau dalam upaya meningkatkan konektivitas dan mengurai kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas strategis Kota Pekanbaru. Komitmen tersebut ditegaskan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat memimpin pertemuan bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Asisten III Setdaprov Riau, serta perwakilan PTP terkait di Kantor Dinas PUPR Provinsi Riau, Rabu (10/6/2026).

Pertemuan itu membahas sejumlah proyek infrastruktur prioritas, termasuk pelebaran jalan, pembangunan akses baru, penataan kawasan perkotaan, hingga penyelesaian proses pembebasan lahan yang menjadi kunci percepatan pembangunan.

SF Hariyanto menegaskan, pembangunan infrastruktur harus terus dipacu karena menjadi kebutuhan mendesak di tengah pertumbuhan wilayah dan meningkatnya mobilitas masyarakat. Menurutnya, pembangunan jalan yang memadai akan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, investasi, dan pelayanan publik.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau, Zulfahmi, memaparkan sejumlah program strategis yang tengah dipersiapkan pemerintah daerah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pelebaran Jalan HR Soebrantas pada ruas depan Rumah Sakit Jiwa Tampan, kawasan Universitas Riau hingga Radio Republik Indonesia (RRI).

“Salah satu program yang kami siapkan adalah pelebaran Jalan HR Soebrantas pada ruas depan RSJ Tampan, kawasan Universitas Riau, hingga Radio Republik Indonesia (RRI) dengan panjang penanganan kurang lebih 800 meter. Ruas ini menjadi salah satu koridor utama yang memerlukan peningkatan kapasitas guna mengurangi kepadatan lalu lintas,” kata Zulfahmi.

Ruas Jalan HR Soebrantas selama ini dikenal sebagai salah satu jalur dengan volume kendaraan tertinggi di Pekanbaru. Selain menjadi akses utama menuju kawasan pendidikan dan permukiman, jalan tersebut juga menjadi penghubung penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Tak hanya fokus pada pelebaran jalan, Pemprov Riau juga menyiapkan program pengembangan Taman Kota Diponegoro melalui Bidang Sumber Daya Air. Penataan kawasan tersebut diharapkan mampu menghadirkan ruang terbuka publik yang lebih representatif sekaligus mempercantik wajah Kota Pekanbaru.

Selain itu, Dinas PUPR juga merencanakan pelebaran dan penataan U-Turn di kawasan RS Hermina dan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), serta U-Turn di Jalan Tuanku Tambusai. Kedua titik tersebut selama ini menjadi salah satu lokasi yang kerap mengalami perlambatan arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.

“Kami juga merencanakan pelebaran dan penataan U-Turn RS Hermina/UMRI serta U-Turn Jalan Tuanku Tambusai untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas. Penanganan ini diharapkan dapat mengurangi potensi kemacetan pada titik-titik yang selama ini menjadi perhatian masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh, Pemprov Riau juga mengkaji pembangunan jalan tembus yang menghubungkan Jalan Cut Mutia dengan Jalan Pepaya. Akses baru tersebut diproyeksikan menjadi jalur alternatif yang mampu mengurangi beban kendaraan pada ruas jalan utama sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan perkotaan.

Namun demikian, sejumlah proyek tersebut masih membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama terkait pembebasan lahan dan penyelesaian aspek teknis lainnya. Pemerintah berharap seluruh proses dapat berjalan lancar agar pelaksanaan pembangunan tidak mengalami hambatan.

“Seluruh program yang kami paparkan masih memerlukan dukungan berbagai pihak, terutama dalam proses pembebasan lahan dan penyelesaian aspek teknis lainnya. Kami berharap pengembangan infrastruktur ini dapat berjalan lancar sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” jelas Zulfahmi.

Menanggapi pemaparan tersebut, SF Hariyanto menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh rencana yang telah disusun Dinas PUPR. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya soal membangun fisik, tetapi juga menciptakan kemudahan akses, meningkatkan efisiensi transportasi, dan memperkuat daya saing daerah.

“Saya mendukung langkah-langkah yang telah disiapkan oleh Dinas PUPR. Infrastruktur yang baik akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, memperlancar mobilitas masyarakat, dan meningkatkan daya saing daerah,” tegas SF Hariyanto. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *