PEKANBARU | Garda45.com – Jalan Cendrawasih di Kelurahan Tengkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, menjadi salah satu ruas yang tengah menjalani proses perbaikan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho turun langsung meninjau pekerjaan tersebut bersama Kepala Dinas PUPR Edwar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Reza Aulia, serta Kabid Bina Marga Dinas PUPR Rendra, Kamis (11/6/2026) sore. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun.
Selain Jalan Cendrawasih, sejumlah ruas lain yang juga masuk dalam program perbaikan tahun ini antara lain Jalan Beringin dan Jalan Merak. Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan puluhan kilometer jalan rusak dapat diperbaiki secara bertahap sepanjang tahun 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur kota.
Agung Nugroho mengatakan dirinya sengaja turun ke lapangan agar dapat melihat langsung progres pekerjaan sekaligus memastikan kualitas pengerjaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Menurutnya, pengawasan langsung menjadi bagian penting agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sejumlah ruas jalan sedang dalam proses perbaikan. Saya turun langsung melakukan peninjauan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana,” ujar Agung, Kamis (11/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Agung juga menyempatkan diri berdialog dengan warga yang tinggal di sekitar lokasi pekerjaan. Ia mendengarkan berbagai masukan mengenai kondisi lingkungan serta harapan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah mereka.
Menurut Agung, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada perbaikan jalan yang rusak, tetapi juga membuka akses baru di kawasan yang selama ini belum memiliki jalan layak. Salah satu contohnya berada di Jalan Beringin, yang kini tengah dibangun jalan baru lengkap dengan peninggian badan jalan.
“Jalan Beringin ujung ini merupakan kawasan padat penduduk, tetapi sebelumnya belum pernah diaspal. Kami meninggikan badan jalan sekitar 70 sentimeter dari kondisi semula agar nantinya tidak lagi tergenang saat hujan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, kondisi jalan di kawasan tersebut selama bertahun-tahun sangat memprihatinkan. Bahkan, warga sempat mengalami berbagai kesulitan saat melintas karena jalan berupa tanah berlumpur. Agung menyebut pernah menerima cerita dari masyarakat mengenai warga yang mengalami musibah akibat kondisi jalan yang buruk.
“Warga sangat senang karena selama ini aksesnya sulit. Bahkan pernah ada cerita ibu hamil yang mengalami keguguran setelah melintasi jalan tersebut. Jalan itu juga pernah ditanami pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap kondisinya,” katanya.
Meski demikian, Agung menegaskan percepatan pembangunan tetap harus mengikuti mekanisme yang berlaku. Setiap pekerjaan memerlukan proses perencanaan, penyusunan anggaran, hingga pelaksanaan agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami ingin pekerjaan dilakukan secepat mungkin, tetapi semuanya harus melalui perencanaan yang matang dan penganggaran yang jelas. Dengan begitu hasil pembangunan bisa lebih baik dan bertahan lama,” tegasnya.











