BENGKALIS | Garda45.com – Gedung Bank Mega di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, dilanda kebakaran pada Jumat (12/6/2026) pagi. Api yang muncul dari bagian bawah bangunan sempat memicu kepanikan warga dan pengguna jalan karena asap hitam membumbung tinggi dari lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut dibenarkan Kepala Seksi Humas Polres Bengkalis, Ipda Juliandi Bazrah. Ia mengatakan kobaran api pertama kali diketahui berasal dari lantai bawah gedung sebelum petugas melakukan upaya pemadaman.
“Benar, terjadi kebakaran di Gedung Bank Mega. Bagian yang terbakar berada di lantai bawah gedung,” kata Ipda Juliandi Bazrah saat dikonfirmasi Garda45.com, Jumat (12/6/2026).
Begitu menerima laporan, personel Polsek Mandau bersama petugas Pemadam Kebakaran Duri langsung menuju lokasi. Proses pemadaman berlangsung cepat sehingga api berhasil dilokalisasi sebelum menjalar ke bagian bangunan lainnya.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Seluruh pegawai maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi berhasil dievakuasi sehingga kebakaran tidak menimbulkan korban.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Petugas bergerak cepat melakukan pengamanan dan evakuasi,” ujar Juliandi.
Usai api berhasil dipadamkan, aparat kepolisian segera memasang garis polisi di sekitar lokasi. Langkah itu dilakukan untuk mengamankan tempat kejadian perkara sekaligus memudahkan proses penyelidikan.
Menurut Juliandi, penyidik masih melakukan olah TKP guna memastikan titik awal munculnya api. Polisi belum ingin berspekulasi mengenai penyebab kebakaran sebelum hasil pemeriksaan selesai.
“Saat ini petugas masih melakukan olah TKP. Kami fokus mencari sumber awal munculnya api sehingga penyebab kebakaran dapat dipastikan secara ilmiah,” jelasnya.
Untuk mengungkap penyebab kebakaran secara lebih mendalam, Polres Bengkalis akan melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau. Tim tersebut akan memeriksa sisa-sisa kebakaran guna mengetahui apakah api dipicu korsleting listrik atau faktor lainnya.
Sementara itu, pihak Bank Mega masih melakukan pendataan terhadap aset yang terdampak. Hingga kini, nilai kerugian materiil akibat kebakaran tersebut belum dapat dipastikan karena masih dalam proses inventarisasi internal.
“Besaran kerugian belum dapat diketahui. Pihak bank masih melakukan pendataan terhadap seluruh aset yang terdampak,” tutup Juliandi.











