PEKANBARU | Garda45.com – Perayaan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242 tidak sekadar diwarnai kemeriahan seremonial. Pemerintah Kota Pekanbaru memanfaatkan momentum tersebut untuk menghadirkan pelayanan publik yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus membangun kesadaran menjaga lingkungan.
Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Gajah Mada hingga Alun-Alun Kota Pekanbaru, Minggu (14/6/2026), dipadati ribuan warga. Di satu sisi, masyarakat mengikuti Pekanbaru Lestari Run, sementara di sisi lain mereka memanfaatkan layanan perpajakan yang dibuka oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru

Konsep Pekanbaru Lestari Run tahun ini tampil berbeda. Ajang olahraga tersebut tidak hanya menguji kemampuan peserta mencapai garis finis, tetapi juga mengajak pelari menjaga kebersihan lingkungan dengan memungut sampah anorganik sepanjang rute yang dilalui.
Kegiatan itu dibuka langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, SE., MM. Semangat menjaga lingkungan juga ditunjukkan jajaran Bapenda Kota Pekanbaru yang dipimpin Kepala Bapenda, T. Denny Muharpan, SH., MH. Bersama kelompok pelari Bapenda, mereka ikut mengumpulkan sampah hingga garis finis sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan lingkungan yang diusung pemerintah kota.
Partisipasi Bapenda tidak berhenti pada kegiatan lari. Kepala Bapenda juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang Pekanbaru Lestari Run 2026 sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Di lokasi berbeda yang masih berada di kawasan pusat kegiatan Hari Jadi Pekanbaru, Posko Pajak Daerah Bapenda Kota Pekanbaru juga menjadi perhatian masyarakat. Posko yang dibuka di depan Mal Pelayanan Publik (MPP) itu ramai didatangi warga yang ingin memanfaatkan program penghapusan denda pajak daerah.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Warga datang untuk memperoleh keringanan pembayaran pajak yang diberikan Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Bapenda.
Selain penghapusan denda pajak daerah, masyarakat juga memperoleh kesempatan menikmati potongan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 70 persen. Program tersebut dinilai menjadi momentum yang sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan tanpa terbebani akumulasi denda.
Petugas pelayanan di Posko Pajak Daerah secara aktif memberikan informasi kepada masyarakat mengenai berbagai bentuk keringanan yang sedang berlangsung. Mereka juga mengingatkan agar masyarakat tidak melewatkan kesempatan tersebut sebelum masa program berakhir.

Sebagai bentuk apresiasi kepada warga yang taat membayar pajak, Sekretaris Bapenda Kota Pekanbaru Muhammad Yunan, S.Ag., M.Si., bersama Kepala Bidang Pajak Daerah I Inang Tati Dewi, S.Sos., M.Si., serta Kepala Bidang Pajak Daerah II Arie Supriyanto, S.Kom., menyerahkan souvenir kepada wajib pajak yang melakukan pembayaran di Posko Pajak Daerah.
Pemberian souvenir itu menjadi simbol penghargaan kepada masyarakat yang telah berkontribusi melalui pembayaran pajak. Di sisi lain, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran bahwa pajak merupakan sumber pembiayaan pembangunan daerah.
Kolaborasi antara pelayanan publik dan kampanye lingkungan menjadi warna tersendiri dalam rangkaian Hari Jadi Kota Pekanbaru tahun ini. Pemerintah Kota Pekanbaru berupaya membangun budaya baru, yakni masyarakat yang peduli terhadap kebersihan kota sekaligus memiliki kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Kehadiran layanan pajak di tengah keramaian CFD juga dinilai mempermudah akses masyarakat. Warga tidak perlu datang ke kantor pelayanan karena seluruh proses dapat dilakukan langsung di lokasi kegiatan.
Bapenda berharap pendekatan jemput bola seperti ini mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak daerah. Semakin tinggi tingkat kepatuhan wajib pajak, semakin besar pula dukungan terhadap pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan berbagai program kesejahteraan masyarakat.
Menjelang puncak peringatan Hari Jadi Kota Pekanbaru yang akan berlangsung pada 23 Juni 2026, Pemerintah Kota Pekanbaru terus menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Tidak hanya menghadirkan hiburan, setiap agenda juga dirancang membawa nilai edukasi, pelayanan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Momentum Hari Jadi Pekanbaru tahun ini pun menjadi gambaran bahwa pembangunan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Partisipasi masyarakat, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan hingga membayar pajak tepat waktu, menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Pekanbaru yang bersih, tertib, dan berkelanjutan.











