Peristiwa

Jembatan Jalan Nelayan Ujung Ambruk Diduga Dipicu Pergeseran Tanah dan Aktivitas Pemancangan

88
×

Jembatan Jalan Nelayan Ujung Ambruk Diduga Dipicu Pergeseran Tanah dan Aktivitas Pemancangan

Sebarkan artikel ini
Tim Dinas PUPR Kota Pekanbaru melakukan pengecekan terhadap jembatan yang ambruk di Jalan Nelayan Ujung, Rumbai. (G45/Firm)

PEKANBARU | Garda45.com – Jembatan ambruk di Jalan Nelayan Ujung, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, membuat akses transportasi warga lumpuh. Amblasnya bagian bibir jembatan dengan kedalaman lebih dari satu meter mengakibatkan kendaraan tidak dapat melintas dan memaksa pemerintah segera mengambil langkah penanganan.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru langsung menurunkan tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan pemeriksaan di lokasi. Selain mengecek kondisi konstruksi, tim juga berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III guna mempercepat upaya perbaikan.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai kondisi jembatan tersebut dan langsung menginstruksikan dinas terkait turun ke lapangan.

“Kemarin tim dari PUPR sudah turun ke lokasi,” kata Agung Nugroho saat dikonfirmasi Garda45.com, Minggu (14/6/2026).

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya pergerakan tanah yang menyebabkan konstruksi di sisi jembatan mengalami penurunan. Kondisi itu diperparah karena lokasi tersebut berada tidak jauh dari proyek pemancangan tiang pengaman bibir sungai yang sedang dikerjakan oleh BWSS III.

Aktivitas pemancangan diduga memberi dampak terhadap kestabilan tanah di sekitar pondasi jembatan. Akibatnya, bagian bibir jembatan mengalami penurunan secara bertahap hingga akhirnya amblas.

Selain faktor tersebut, warga sekitar juga menyebut sebuah mobil crane bertonase besar sempat melintasi jembatan sebelum kerusakan semakin parah. Menurut mereka, setelah kendaraan berat itu melintas, badan jembatan perlahan mengalami pergeseran.

Meski demikian, penyebab pasti kerusakan masih menunggu hasil kajian teknis dari instansi terkait. Pemerintah memastikan evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh agar proses perbaikan sesuai dengan kondisi lapangan.

Agung menegaskan koordinasi dengan BWSS III terus dilakukan mengingat lokasi kerusakan berdekatan dengan proyek yang berada di bawah kewenangan balai tersebut.

“Kita berkoordinasi dengan BWSS, segera kita perbaiki. Karena masyarakat banyak lewat di jalanan itu,” ujarnya.

Pemko Pekanbaru juga mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan melintasi jembatan yang rusak demi menghindari risiko kecelakaan. Warga diminta menggunakan jalur alternatif hingga proses perbaikan selesai.

Keberadaan jembatan tersebut selama ini menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat di kawasan Sri Meranti. Kerusakan yang terjadi tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan distribusi barang di wilayah tersebut.

Pemerintah berharap proses koordinasi antara Pemko Pekanbaru dan BWSS III dapat segera menghasilkan langkah penanganan sehingga perbaikan dapat dilakukan dalam waktu secepatnya. Prioritas utama saat ini adalah memastikan keamanan masyarakat sekaligus mengembalikan fungsi jembatan agar aktivitas warga kembali normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *