Pemerintah

Lepas 4.037 Mahasiswa Kukerta Unri, SF Hariyanto Titip Empat Misi Strategis untuk Desa

76
×

Lepas 4.037 Mahasiswa Kukerta Unri, SF Hariyanto Titip Empat Misi Strategis untuk Desa

Sebarkan artikel ini
SF Hariyanto menyampaikan empat program prioritas Pemerintah Provinsi Riau yang akan disosialisasikan mahasiswa selama menjalankan Kukerta di daerah penugasan. (G45/Afdal)

PEKANBARU | Garda45.com – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto secara resmi melepas 4.037 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Reguler Gelombang II Universitas Riau (Unri) Tahun 2026. Dalam pelepasan tersebut, SF Hariyanto menitipkan empat program strategis Pemerintah Provinsi Riau yang diharapkan dapat disosialisasikan secara luas kepada masyarakat selama mahasiswa menjalankan pengabdian di desa-desa dan kelurahan.

Menurut SF Hariyanto, kehadiran ribuan mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya menjalankan program akademik, tetapi juga menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan berbagai kebijakan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program pertama yang menjadi perhatian adalah sektor kesehatan. SF Hariyanto menjelaskan bahwa Provinsi Riau saat ini telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, sehingga masyarakat tidak perlu lagi khawatir memperoleh layanan kesehatan karena persoalan biaya.

Ia meminta para mahasiswa memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa peserta BPJS Kesehatan yang aktif kini cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Sementara bagi warga yang belum terdaftar, pemerintah telah menyiapkan mekanisme percepatan kepesertaan.

“Kita ingin masyarakat mengetahui bahwa negara hadir dalam memberikan jaminan kesehatan. Jangan sampai ada warga yang tidak berobat hanya karena alasan biaya,” ujarnya.

Selain kesehatan, SF Hariyanto juga menyoroti pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja informal dan kelompok rentan. Ia meminta mahasiswa Kukerta membantu mengedukasi masyarakat mengenai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan.

Pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Riau menargetkan sebanyak 11.666 pekerja rentan, terutama buruh sektor perkebunan, mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Program tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menjaga stabilitas ekonomi keluarga ketika terjadi risiko kecelakaan kerja maupun kematian.

“Pekerja rentan harus mendapatkan perlindungan. Ini bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” katanya.

Poin ketiga yang menjadi perhatian khusus adalah ancaman cuaca ekstrem dan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun 2026 diperkirakan lebih kering dibandingkan kondisi normal, datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang akibat pengaruh fenomena El Nino.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla sejak 13 Februari hingga 30 November 2026.

Di hadapan ribuan mahasiswa, SF Hariyanto mengajak seluruh peserta Kukerta menjadi garda terdepan dalam menyampaikan pesan pencegahan Karhutla kepada masyarakat.

“Saya berharap para peserta Kukerta Unri dapat ikut menjadi bagian dari upaya pencegahan di daerah penugasan masing-masing. Sampaikan kepada masyarakat bahwa membuka lahan dengan cara membakar bukan lagi pilihan yang bijak,” tegasnya.

Program keempat yang dititipkan kepada mahasiswa berkaitan dengan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang saat ini tengah menjadi agenda nasional pemerintah.

SF Hariyanto berharap mahasiswa dapat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mendukung petugas sensus saat melakukan pendataan. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam memberikan data yang benar dan akurat sangat menentukan kualitas perencanaan pembangunan di masa mendatang.

“Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Karena itu masyarakat perlu memahami pentingnya mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut, SF Hariyanto menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, termasuk perguruan tinggi. Karena itu, Pemerintah Provinsi Riau menyambut baik diterjunkannya ribuan mahasiswa Unri ke berbagai daerah sebagai bentuk kontribusi nyata dunia akademik terhadap pembangunan masyarakat.

Ia optimistis kehadiran mahasiswa akan menjadi energi baru dalam mendorong kemajuan desa melalui berbagai program pemberdayaan dan edukasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kehadiran lebih dari empat ribu mahasiswa di berbagai kabupaten dan kota merupakan energi besar bagi pembangunan daerah. Saya berharap adik-adik bisa menerapkan ilmu sesuai bidang keilmuan masing-masing. Saya juga meminta pemerintah kabupaten dan kota memberikan dukungan penuh agar pelaksanaan Kukerta ini berjalan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas SF Hariyanto. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *