Siak, Garda45.com – Produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kabupaten Siak mulai menembus pasar ritel modern. Berbagai produk lokal hasil karya pelaku usaha daerah kini telah mengisi rak penjualan di sejumlah gerai Indomaret, membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing UMKM.
Langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Siak, PT Indomarco Prismatama, dan Perkumpulan UMKM Mitra Indomaret yang dirangkai dengan peluncuran Program UMKM Mitra Indomaret di Indomaret Fresh, Jalan Dr. Sutomo, Kampung Dalam, Kamis (25/6/2026).
Bupati Siak, Afni Zulkifli, menegaskan bahwa masuknya produk UMKM ke jaringan ritel modern merupakan bentuk komitmen bersama agar investasi yang hadir di daerah juga memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha lokal.
“Beberapa waktu lalu saya sempat menghentikan izin ritel modern. Bukan karena anti investasi, tetapi karena saya ingin produk UMKM kita juga mendapat kesempatan yang sama. Ritel modern membuka lapangan kerja dan dibutuhkan masyarakat, tetapi UMKM lokal juga harus bisa tumbuh bersama,” ujar Afni kepada Garda45.com
Menurutnya, selama ini banyak produk UMKM belum mampu menembus pasar modern karena terkendala sejumlah persyaratan, mulai dari legalitas usaha, sertifikasi halal, merek dagang, kualitas kemasan hingga konsistensi produksi.
Afni menilai tantangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah. Pemerintah daerah bersama dunia usaha harus hadir memberikan pembinaan dan pendampingan agar UMKM mampu memenuhi standar pasar modern.
“Kalau UMKM tidak dibina, mereka tidak akan pernah maju. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama, baik pemerintah daerah maupun dunia usaha,” tegasnya.
Komitmen itu kini mulai membuahkan hasil. Sejumlah produk unggulan UMKM Siak telah dipasarkan melalui rak khusus yang tersedia di gerai Indomaret. Produk-produk tersebut merupakan hasil pendampingan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah daerah bersama berbagai pihak, termasuk perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR).
Pendampingan tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga mencakup pengurusan legalitas usaha, sertifikasi halal, penguatan merek, penyempurnaan desain kemasan hingga pemenuhan standar yang dipersyaratkan jaringan ritel modern.
Keberhasilan produk lokal masuk ke pasar modern diharapkan menjadi motivasi bagi pelaku UMKM lainnya di seluruh kecamatan di Kabupaten Siak untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing usaha mereka.
Pemkab Siak juga mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah itu agar lebih aktif terlibat dalam pembinaan UMKM sehingga semakin banyak produk unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Afni menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat dukungan bagi UMKM, mulai dari perizinan, pembinaan hingga akses permodalan, sementara ritel modern menjadi mitra strategis dalam memperluas pemasaran produk lokal.
Dengan kolaborasi tersebut, produk-produk UMKM Siak diharapkan tidak hanya menguasai pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat regional bahkan nasional, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat dan mendorong pertumbuhan usaha berbasis kerakyatan.
(Infotorial Pemkab Siak)











