Peristiwa

Karhutla Kembali Terjadi di Pekanbaru, Satu Hektare Lahan Gambut di Air Hitam Terbakar

×

Karhutla Kembali Terjadi di Pekanbaru, Satu Hektare Lahan Gambut di Air Hitam Terbakar

Sebarkan artikel ini
Tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Rabu (8/7/2026). (G45/Afdal)

PEKANBARU, Garda45.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kota Pekanbaru. Kali ini, api membakar lahan seluas sekitar satu hektare di Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Rabu (8/7/2026).

Kebakaran terjadi di lahan areal penggunaan lain (APL) dengan karakteristik tanah gambut. Hingga sore hari, api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan sehingga proses penanganan masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan vegetasi yang terbakar didominasi pakisan, semak belukar, dan tanaman kelapa sawit.

“Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Pada hari pertama penanganan, tim berhasil memadamkan sekitar 0,3 hektare, namun hingga sore hari status api masih belum padam sehingga proses pemadaman akan terus dilanjutkan,” kata Ferdian kepada Garda45.com, Rabu (8/7/2026).

Upaya pemadaman melibatkan personel gabungan dari Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, dan Polri. Operasi dimulai sekitar pukul 17.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 19.00 WIB.

Petugas menggunakan satu unit mesin pompa Mini Striker dengan pola satu jalur pemadaman guna mengejar kepala api dan mencegah kebakaran meluas ke area sekitar.

Menurut Ferdian, sumber air berasal dari kanal yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran. Namun, kondisi lahan gambut membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit karena api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat di bawah permukaan tanah.

“Sumber air tersedia dari kanal yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran dengan lebar sekitar dua meter dan kedalaman satu meter. Meski demikian, karena kebakaran terjadi di lahan gambut dengan tipe kebakaran bawah permukaan dan permukaan, proses pemadaman menjadi lebih sulit sehingga membutuhkan penanganan lanjutan,” ujarnya.

Untuk mendukung operasi, tim juga mengerahkan satu unit mobil angkut Strada, satu unit mesin induk ZS Power, dua selang hisap, 13 selang buang, tiga nozzle, dan satu konektor Y.

Berdasarkan pantauan lapangan, cuaca di lokasi didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dengan kecepatan angin sekitar 4 kilometer per jam. Meski angin relatif rendah, petugas tetap meningkatkan kewaspadaan agar api tidak merambat ke area yang lebih luas.

Ferdian menegaskan pemadaman akan terus dilakukan hingga titik api benar-benar padam dan tidak lagi berpotensi menimbulkan kebakaran lanjutan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Saat musim kering, api sangat mudah menyebar, terlebih pada lahan gambut. Pencegahan merupakan langkah paling efektif agar kebakaran tidak semakin meluas,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *