PEKANBARU, Garda45.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 7,5 hektare di Dusun Pulau Putri, Desa Sungai Segajah Jaya, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, akhirnya berhasil dipadamkan. Operasi pemadaman yang berlangsung selama tiga hari resmi ditutup setelah seluruh titik api dan bara di lahan gambut dipastikan padam.
Memasuki hari ketiga operasi pada Rabu (15/7/2026), Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera bersama tim gabungan menyelesaikan proses pembasahan dan pendinginan di seluruh area kebakaran. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan tidak ada lagi potensi penyalaan kembali sehingga lokasi dinyatakan aman.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan operasi pemadaman berjalan sesuai rencana hingga dinyatakan selesai.
“Pada hari ketiga, tim Manggala Agni Daops Dumai bersama para pihak berhasil menuntaskan operasi pemadaman di Sungai Segajah Jaya. Seluruh area seluas sekitar 7,5 hektare telah dipastikan padam sehingga operasi di lokasi dinyatakan selesai,” ujar Ferdian, Rabu malam saat dikonfirmasi media ini.
Ia menjelaskan, karakteristik lahan gambut menjadi tantangan utama dalam operasi pemadaman. Meski api di permukaan telah padam, bara api masih berpotensi bertahan di bawah tanah sehingga proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh.
“Penanganan di lahan gambut memang tidak cukup hanya memadamkan api yang terlihat. Kami memastikan pendinginan dilakukan secara menyeluruh hingga tidak ada lagi bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Dengan demikian, status lokasi kini dinyatakan tuntas padam,” jelasnya.
Selama operasi berlangsung, satu regu Manggala Agni Daops Dumai bekerja sama dengan personel TNI, Polri, BPBD Kabupaten Rokan Hilir, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga setempat. Sinergi lintas instansi tersebut dinilai menjadi faktor utama keberhasilan pengendalian kebakaran sehingga tidak meluas ke kawasan lain.
Untuk mempercepat pemadaman, tim memanfaatkan sumber air dari parit di sekitar lokasi. Berbagai peralatan seperti mesin ministreker, mesin Z Power, serta pemantauan udara menggunakan drone juga dikerahkan guna memastikan tidak ada titik api maupun asap yang tersisa.
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera turut mengapresiasi kerja sama seluruh personel dan masyarakat yang terlibat dalam operasi tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel dan masyarakat yang telah bekerja keras selama operasi berlangsung. Kolaborasi yang solid menjadi kunci keberhasilan dalam mengendalikan karhutla ini,” kata Ferdian.
Meski operasi telah berakhir, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mengingat musim kemarau masih berlangsung, potensi kebakaran hutan dan lahan masih cukup tinggi sehingga kewaspadaan seluruh pihak sangat dibutuhkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Pencegahan merupakan langkah paling efektif agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” tutupnya.











