PEKANBARU, Garda45.com – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau yang selama ini menjadi simbol demokrasi dan tempat memperjuangkan aspirasi masyarakat mendadak berubah menjadi arena kericuhan. Bentrokan yang terjadi usai rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Riau, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 14.40 WIB, memicu kecaman luas karena dinilai mencoreng marwah lembaga legislatif.
Kericuhan diduga dipicu perselisihan antara Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ihwan, dengan Ketua Komisi V DPRD Riau, Indra Gunawan Eet, yang sama-sama berasal dari Fraksi Golkar. Perselisihan yang awalnya terjadi di ruang rapat kemudian berlanjut hingga melibatkan massa pendukung masing-masing pihak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, rapat Banggar berlangsung sejak pagi dengan agenda pembahasan bersama TAPD Provinsi Riau. Suasana sempat memanas di dalam ruang rapat, namun konflik berhasil diredam dan rapat tetap berlanjut.
Namun, setelah rapat berakhir, ketegangan kembali muncul. Adu argumentasi antara kedua kubu semakin memanas hingga akhirnya memicu kedatangan sejumlah pendukung ke lingkungan Gedung DPRD Riau.
Dalam waktu singkat, area lobi dan koridor gedung dipenuhi massa. Adu mulut berubah menjadi aksi saling dorong, saling maki, hingga adu pukul. Situasi yang semula hanya berupa perselisihan antarindividu berkembang menjadi bentrokan terbuka yang mengganggu aktivitas di lingkungan kantor legislatif.
Sejumlah saksi menyebutkan suasana sempat mencekam. Barang-barang yang berada di sekitar lokasi dilaporkan ikut berhamburan akibat aksi saling lempar. Beberapa pegawai dan tamu yang berada di gedung memilih menjauh demi menghindari bentrokan.
Di tengah kericuhan, sejumlah pegawai dan tamu yang berada di Gedung DPRD Riau memilih keluar dari area lobi demi menghindari bentrokan. Salah seorang saksi yang ditemui wartawan mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab keributan tersebut.
“Saya tidak tahu pasti apa masalahnya. Tiba-tiba ramai, banyak orang masuk, lalu terjadi keributan. Informasi yang saya dengar, itu antara kubu kedua anggota dewan tersebut,” ujarnya.
Saksi lainnya juga menyebut keributan berlangsung cepat setelah massa dari kedua pihak berdatangan ke lokasi.
“Awalnya hanya terdengar cekcok, tidak lama kemudian sudah saling dorong dan adu pukul. Kami langsung menjauh karena takut terkena imbas,” katanya
Dalam insiden tersebut, sedikitnya satu orang dilaporkan tersungkur setelah terkena pukulan. Hingga kini belum diketahui secara pasti identitas maupun kondisi korban.
Petugas keamanan internal DPRD Riau terlihat berusaha memisahkan massa yang bertikai. Namun jumlah massa yang cukup banyak membuat upaya pengamanan berlangsung cukup sulit sebelum situasi akhirnya berangsur kondusif.
Peristiwa tersebut langsung menjadi perhatian masyarakat karena terjadi di dalam lingkungan lembaga yang seharusnya menjadi contoh dalam menyelesaikan perbedaan pendapat melalui dialog dan mekanisme demokrasi.
Sejumlah pengamat menilai, membawa massa pendukung ke lingkungan DPRD merupakan tindakan yang tidak mencerminkan sikap seorang wakil rakyat. Perselisihan politik seharusnya diselesaikan melalui musyawarah, bukan dengan mempertontonkan kekerasan yang justru merusak citra lembaga.
Kericuhan itu juga memunculkan pertanyaan mengenai sistem pengamanan di lingkungan DPRD Riau. Sebab, bentrokan yang melibatkan banyak orang dapat terjadi di area yang seharusnya steril dan menjadi tempat pelayanan kepentingan publik.
Publik kini menunggu sikap resmi dari pimpinan DPRD Provinsi Riau, Sekretariat DPRD, serta Badan Kehormatan (BK) DPRD Riau. Pemeriksaan etik terhadap pihak-pihak yang terlibat dinilai penting dilakukan untuk menjaga kehormatan lembaga serta mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Selain itu, partai politik yang menaungi kedua legislator juga didorong mengambil langkah tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran terhadap etika maupun disiplin organisasi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan, Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet, maupun Sekretaris DPRD Provinsi Riau terkait kronologi lengkap maupun penyebab utama kericuhan tersebut.











