Ekonomi

Pedagang dan Warga Pasar Sail Harap Harga Sembako Terkendali

×

Pedagang dan Warga Pasar Sail Harap Harga Sembako Terkendali

Sebarkan artikel ini
Pasar Sail Kota Pekanbaru. (G45/Firman)

PEKANBARU, Garda45.com – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok seperti telur, ayam potong, dan cabai merah terjadi di Pasar Sail, Jalan Hang Tuah, Kota Pekanbaru. Meski demikian, aktivitas jual beli tetap berjalan normal karena pasokan bahan pangan masih lancar dan stok tersedia.

Pedagang dan masyarakat berharap stabilitas harga tetap terjaga di tengah dinamika tersebut. Distribusi yang lancar dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga harga tetap terkendali sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Hasil pemantauan Garda45.com di Pasar Sail, Sabtu (1/8/2026), menunjukkan sebagian besar kebutuhan pokok masih tersedia dengan stok mencukupi, meskipun terjadi penyesuaian harga pada beberapa komoditas.

Pedagang sembako, Agus, mengatakan pasokan berbagai kebutuhan pokok dari distributor hingga saat ini masih berjalan lancar. Kondisi tersebut membuat pedagang tetap optimistis harga sejumlah komoditas dapat dikendalikan.

“Kami berharap harga sembako tetap stabil dan pasokan dari distributor terus lancar. Kalau barang tersedia dan harga tidak banyak berubah, pedagang lebih mudah berjualan dan masyarakat juga tidak keberatan saat berbelanja,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepastian pasokan memberikan rasa aman bagi pedagang dalam memenuhi kebutuhan konsumen setiap hari. Karena itu, pengawasan terhadap distribusi bahan pokok diharapkan terus diperkuat agar fluktuasi harga tidak berlangsung lama.

“Harapan kami pemerintah terus mengawasi distribusi sembako supaya pasokan tetap tersedia. Dengan begitu, harga bisa lebih terkendali dan aktivitas jual beli di pasar tetap berjalan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, pedagang ayam, Andi, menyebut meski harga ayam potong mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir, distribusi dari pemasok masih berjalan lancar sehingga stok tetap tersedia di pasar.

“Stok ayam masih aman, pasokan juga lancar. Pembeli memang sedikit mengurangi jumlah belanja, tetapi permintaan tetap ada karena ayam masih menjadi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Pedagang bumbu dapur, Calya, juga mengungkapkan pasokan cabai dan bawang masih mencukupi. Namun, harga cabai merah mengalami kenaikan akibat berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi. Ia optimistis harga akan kembali stabil jika distribusi kembali normal.

Di sisi lain, masyarakat mengaku masih dapat menyesuaikan pola belanja meskipun terjadi perubahan harga pada beberapa komoditas. Salah seorang ibu rumah tangga, Cici, mengatakan kenaikan harga telur masih dalam batas wajar dan belum terlalu membebani pengeluaran keluarga.

“Kalau untuk telur memang ada kenaikan sedikit, tapi masih bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Mudah-mudahan harga bahan pokok tetap stabil dan tidak ikut naik semua supaya kami sebagai masyarakat tidak terlalu terbebani,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Budi. Ia menilai stabilnya harga beras dan minyak goreng cukup membantu masyarakat dalam mengatur pengeluaran rumah tangga di tengah kenaikan harga beberapa komoditas lainnya.

“Alhamdulillah, harga minyak goreng sama beras masih stabil, jadi pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari masih bisa diatur. Mudah-mudahan kondisi seperti ini tetap bertahan dan harga kebutuhan pokok lainnya juga tidak ikut naik,” katanya.

Sementara itu, Yanti mengaku mulai mengurangi pembelian cabai merah karena harganya meningkat. Namun, turunnya harga bawang merah dan bawang putih sedikit membantu menekan biaya belanja dapur.

“Kalau cabai memang naik, jadi kami mengurangi jumlah pembelian. Syukurnya harga bawang turun, jadi masih bisa menyeimbangkan pengeluaran belanja dapur,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *