SIAK, Garda45.com – Ekonomi berbasis pangan di Kabupaten Siak menjadi perhatian serius pemerintah daerah di tengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ketahanan pangan dinilai bukan hanya soal produksi, tetapi juga menyangkut kesejahteraan petani sebagai penggerak utama ekonomi desa.
Di tengah berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan suplai air hingga fluktuasi harga komoditas, petani di Siak terus berjuang menjaga produksi padi dan komoditas lainnya. Kondisi ini menjadikan petani sebagai pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus ketahanan pangan nasional.
Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan, perjuangan petani tidaklah ringan. Selain menghadapi musim kemarau yang berdampak pada ketersediaan air, petani juga dihadapkan pada persoalan produktivitas dan akses pasar.
“Kami terus memastikan padi tetap mendapatkan suplai air. Melalui Dinas Pertanian, kami berkoordinasi dengan Gapoktan untuk mendampingi petani agar mereka tidak berjalan sendiri,” ujar Afni kepada Garda45.com, Kamis (6/8/2026).
Pemkab Siak, lanjutnya, telah melakukan berbagai langkah strategis. Mulai dari pendampingan intensif, peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi pertanian seperti smart farming, hingga penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan).
Upaya lain juga difokuskan pada penguatan pasar. Pemerintah daerah berupaya membuka peluang agar hasil pertanian lokal dapat masuk ke rantai pasok program nasional, seperti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen petani sekaligus menjaga stabilitas ekonomi mereka.
Di Kecamatan Bunga Raya, sebagai salah satu sentra produksi padi, pemerintah terus mencari solusi atas persoalan klasik seperti ketersediaan air saat musim kemarau. Pendekatan teknologi dan pendampingan menjadi kunci agar produksi tetap terjaga.
Selain petani padi, perhatian juga diberikan kepada petani sawit swadaya. Penurunan harga tandan buah segar (TBS) menjadi tantangan tersendiri yang berdampak langsung pada pendapatan petani.
Pemkab Siak mengingatkan seluruh pihak agar menjaga stabilitas harga dan menghindari praktik yang merugikan petani.
Afni juga menekankan pentingnya regenerasi petani melalui mendorong lahirnya petani milenial. Generasi muda diharapkan mampu membawa inovasi dan meningkatkan daya saing sektor pertanian.
“Petani adalah bagian penting dalam menjaga pangan kita. Mereka tidak boleh berjalan sendiri. Pemerintah akan terus hadir, mendengar, dan mencari solusi bersama,” tegasnya.











