Nasional

Anak Petani Inhil Jadi Paskibraka Nasional, Ayah Arifa Terharu di Jakarta

×

Anak Petani Inhil Jadi Paskibraka Nasional, Ayah Arifa Terharu di Jakarta

Sebarkan artikel ini
Sulaiman, ayah Arifa Rahma Maulydha, berada di Jakarta bersama keluarga untuk menyaksikan putrinya menjalankan tugas kenegaraan pada 17 Agustus 2026. (Foto : G46/Firman)

PEKANBARU, Garda45.com – Arifa Rahma Maulydha, putri asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, bersiap menjalankan tugas sebagai anggota Paskibraka Nasional pada upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, 17 Agustus 2026. Kebanggaan sekaligus haru dirasakan sang ayah, Sulaiman, yang telah berada di Jakarta untuk menyaksikan langsung putrinya dalam momentum bersejarah tersebut.

Sulaiman mengatakan, selama Arifa mengikuti pemusatan latihan nasional, komunikasi dengan keluarga sangat terbatas. Kondisi itu membuat dirinya tidak mengetahui secara detail bagaimana proses latihan yang dijalani putrinya.

Perkembangan Arifa selama berada di pemusatan latihan hanya dapat dipantau keluarga melalui media sosial. Sang kakak menjadi salah satu anggota keluarga yang aktif mengikuti kabar dan aktivitas Arifa.

“Semenjak ikut pemusatan latihan nasional, Arifa dan kami sudah tak ada lagi komunikasi. Jadi saya tidak tahu detail bagaimana latihannya di sana. Cuman kakaknya aktif memantau dia melalui medsos,” kata Sulaiman kepada Garda45.com, Sabtu (15/8/2026).

Meski tidak dapat berkomunikasi langsung, Sulaiman tetap melihat sejumlah perubahan pada putrinya dari foto maupun informasi yang diperoleh keluarga.

Salah satu perubahan yang terlihat adalah kondisi fisik Arifa yang dinilai semakin berisi selama mengikuti pemusatan latihan.

“Lepas juga rindu saya melihat Arifa, apalagi banyak perkembangan yang saya lihat. Seperti badannya itu sudah semakin berisi semenjak pemusatan latihan,” ujarnya.

Bagi Sulaiman, perubahan tersebut menunjukkan proses yang dijalani Arifa selama mengikuti pembinaan Paskibraka Nasional. Ia percaya putrinya mampu mengikuti seluruh aturan dan tahapan latihan yang diberikan.

Keyakinan itu tidak lepas dari karakter Arifa yang selama ini dikenal keluarga sebagai anak yang patuh dan mudah mengikuti arahan.

“Kalau saya dan ibuknya ini tahu betul kalau dia itu anaknya manut-manut saja. Jadi apapun itu bentuk latihannya, kami dari sini sudah serahkan ke Allah,” ungkapnya.

Bagi keluarga, kesehatan dan kelancaran Arifa dalam menjalankan seluruh rangkaian tugas menjadi harapan utama. Sulaiman tidak menuntut putrinya mendapatkan pencapaian lain di luar tugas yang telah dipercayakan kepadanya.

“Yang penting, selalu diberikan kesehatan dan semoga kegiatannya lancar sampai selesai,” lanjutnya.

Setelah berbulan-bulan hanya mengikuti perkembangan Arifa dari kejauhan, Sulaiman akhirnya mendapat kesempatan untuk melihat langsung putrinya menjalankan tugas kenegaraan.

Ia bersama keluarga kini telah berada di Jakarta. Mereka datang setelah mendapat undangan untuk menyaksikan pelaksanaan upacara di Istana Merdeka pada 17 Agustus mendatang.

Sulaiman mengaku tidak pernah membayangkan sebelumnya akan berada di Jakarta untuk menyaksikan anaknya menjadi bagian dari upacara kenegaraan.

“Ini saya sudah berada dua hari di Jakarta. Kami diundang ke Istana Merdeka untuk menyaksikan Arifa pada 17 Agustus nanti. Momen seperti ini tak pernah ada di pikiran saya, senang dan terharu pastinya,” jelasnya.

Bagi keluarga, momen tersebut menjadi perjalanan yang penuh emosi. Kebanggaan muncul karena Arifa mampu membawa nama Riau ke tingkat nasional. Di sisi lain, ada rasa haru karena orang tua akhirnya dapat menyaksikan secara langsung putrinya menjalankan tugas setelah lama tidak berkomunikasi.

Kabar terpilihnya Arifa sebagai Paskibraka Nasional juga mendapat sambutan positif dari keluarga besar dan teman-teman sekolahnya di Indragiri Hilir.

Sulaiman mengatakan, keluarga dan teman-teman Arifa merasa bangga atas pencapaian tersebut. Bahkan, sejumlah teman sekolah Arifa berencana menyaksikan pelaksanaan upacara secara bersama-sama melalui televisi.

“Semua keluarga dan kawan-kawan sekolahnya sangat senang. Bahkan, ada kabar kalau mereka mau nonton bareng untuk menyaksikan Arifa dari TV,” terangnya.

Bagi keluarga di Inhil, keberhasilan Arifa menjadi anggota Paskibraka Nasional merupakan pencapaian yang membanggakan. Putri seorang petani tersebut kini mendapat kepercayaan untuk berdiri bersama putra-putri terbaik dari berbagai daerah di Indonesia dalam momentum peringatan kemerdekaan.

Perjalanan tersebut sekaligus menjadi pengalaman penting bagi Arifa dalam membentuk kedisiplinan, tanggung jawab dan mental sebagai generasi muda yang mendapat kepercayaan membawa nama daerah di tingkat nasional.

Sulaiman juga menyadari pengalaman Arifa sebagai Paskibraka Nasional dapat menjadi modal untuk menentukan masa depannya setelah menyelesaikan pendidikan SMA.

Ia menyebut, pengalaman tersebut dapat membuka berbagai peluang pendidikan, termasuk kemungkinan melanjutkan pendidikan melalui sekolah kedinasan.

Namun, keluarga tidak ingin menjadikan status Paskibraka Nasional sebagai alasan untuk menentukan masa depan Arifa secara sepihak.

Sulaiman menegaskan, dirinya dan sang ibu akan memberikan kebebasan kepada Arifa untuk menentukan pilihan pendidikan dan karier sesuai dengan minat serta cita-citanya.

“Kalau dari orang tua pengennya pasti yang terbaik aja untuk dia, apapun pilihannya kami sudah siap,” ucapnya.

Menariknya, cita-cita Arifa justru tidak secara khusus mengarah ke sekolah kedinasan. Ia memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

“Arifa sendiri cita-citanya kalau bisa mau kuliah di Singapura. Ya semoga mana yang terbaik saja untuk masa depannya,” pungkas Sulaiman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *