PEKANBARU, Garda45.com – Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera masih berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Riau, Minggu (16/8/2026). Pemadaman dan penanganan lanjutan dilakukan di Kabupaten Kampar, Rokan Hilir, Bengkalis dan Indragiri Hulu.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan personel tidak hanya berfokus memadamkan api aktif, tetapi juga melakukan mopping up untuk memastikan bara dan sisa api benar-benar padam.
“Tim Manggala Agni hari ini masih melakukan pemadaman dan penanganan lanjutan di beberapa lokasi. Untuk lokasi yang sudah dalam tahap mopping up, personel memastikan tidak ada lagi bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala,” kata Ferdian saat dikonfirmasi Garda45.com, Minggu (16/8/2026).
Di wilayah operasi Daops Pekanbaru, satu regu Manggala Agni menangani karhutla di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Penanganan di lokasi tersebut memasuki hari kedua.
Sementara satu regu lainnya dikerahkan ke Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Penanganan di lokasi ini telah memasuki hari kelima.
Di wilayah Daops Dumai, penanganan dilakukan di beberapa lokasi. Di Kepenghuluan Palika, Kecamatan Palika, Kabupaten Rokan Hilir, satu tim memasuki hari kedelapan penanganan dan kini fokus melakukan mopping up.
Penanganan serupa dilakukan di Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Tim Daops Dumai telah memasuki hari ketujuh penanganan dan melakukan mopping up untuk memastikan area yang telah dipadamkan tidak kembali terbakar.
Selain itu, satu regu Manggala Agni dikerahkan ke Desa Pangkalan Libut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Penanganan di lokasi tersebut memasuki hari ketiga.
Sementara di wilayah kerja Daops Rengat, karhutla di Kelurahan Sei Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, telah memasuki hari ke-14 penanganan.
Sebanyak empat regu ditempatkan di sejumlah sektor untuk menangani lokasi tersebut. Pembagian personel dilakukan berdasarkan sektor agar proses pemadaman sekaligus pemantauan dapat berlangsung lebih efektif.
Ferdian mengatakan pengaturan kekuatan personel disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, terutama di lokasi yang membutuhkan penanganan dan pemantauan berkelanjutan.
“Kami terus menyesuaikan kekuatan personel dengan kebutuhan di lapangan. Regu yang berada di lokasi melakukan pemadaman sekaligus pemantauan untuk memastikan api benar-benar terkendali,” ujarnya.
Dalam perkembangan operasi, regu bantuan dari Daops Lahat dan Daops Siak telah didemobilisasi setelah dukungan personel di lokasi dinilai tidak lagi diperlukan.
Meski demikian, penanganan karhutla tetap dilanjutkan oleh personel di masing-masing daerah operasi. Evaluasi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan perkembangan titik api.
Ferdian menegaskan pemantauan pascapemadaman tetap menjadi bagian penting dalam operasi. Menurutnya, tahap mopping up diperlukan untuk memastikan tidak ada bara yang tertinggal sehingga potensi munculnya kembali api dapat ditekan.
“Kami tetap mengedepankan pemantauan setelah api berhasil dipadamkan. Tahap mopping up penting untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan mencegah api kembali muncul,” katanya.











