Nasional

Teva Iris dan Organisasi Kepemudaan Bagikan 20 Ribu Masker untuk Warga Pekanbaru di Tengah Kabut Asap

×

Teva Iris dan Organisasi Kepemudaan Bagikan 20 Ribu Masker untuk Warga Pekanbaru di Tengah Kabut Asap

Sebarkan artikel ini
Teva Iris bersama organisasi kepemudaan dan mahasiswa berfoto bersama usai kegiatan pembagian 20 ribu masker N95 kepada masyarakat di depan Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Rabu (26/8/2026). (Foto : G45/KZ)

PEKANBARU, Garda45.com – Teva Iris bersama sejumlah organisasi kepemudaan dan mahasiswa di Provinsi Riau menggelar aksi sosial pembagian masker N95 kepada masyarakat yang melintas di depan Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Riau.

Dalam aksi tersebut, sebanyak 20 ribu masker dibagikan kepada masyarakat pengguna jalan. Pembagian masker dilakukan sebagai upaya membantu melindungi kesehatan warga dari dampak buruk kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Teva Iris mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi aktif pemuda dan mahasiswa dalam membantu Pemerintah Provinsi Riau menghadapi bencana kabut asap yang tengah terjadi. Menurutnya, pemuda tidak hanya berperan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga harus hadir memberikan kontribusi nyata dalam berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Hari ini kami bersama organisasi pemuda dan mahasiswa yang ada di Riau melakukan pembagian masker kepada masyarakat. Sebanyak 20 ribu masker kami bagikan dalam kegiatan ini. Pembagian masker ini terlaksana berkat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Riau,” ujar Teva Iris.

Ia menyebutkan, kabut asap yang saat ini melanda Riau telah memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat. Bahkan, aktivitas belajar mengajar di sejumlah daerah juga terdampak akibat kondisi kualitas udara yang memburuk.

“Kita sadar saat ini Riau sedang menghadapi bencana kabut asap yang bersumber dari kebakaran lahan dan hutan. Bencana ini harus dihadapi secara bersama-sama karena telah menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat. Bahkan saat ini siswa-siswa juga telah diliburkan akibat kondisi kabut asap,” katanya.

Menurut Teva, pembagian masker menjadi salah satu langkah sederhana namun penting untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa paparan asap dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan berbagai gangguan pernapasan lainnya.

“Pembagian masker ini adalah bentuk perlindungan bagi masyarakat. Gangguan akibat kabut asap bisa berdampak cukup besar terhadap kesehatan, seperti ISPA maupun gangguan pernapasan lainnya. Karena itu perlindungan diri sangat penting dilakukan saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Teva mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Riau bersama TNI dan Polri dalam menangani kebakaran hutan dan lahan. Meski demikian, ia menilai penanganan karhutla membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

“Kita memahami bahwa Pemprov Riau bersama TNI dan Polri telah bekerja keras meminimalisir kebakaran hutan dan lahan. Namun kemarau panjang menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penanggulangan karhutla. Karena itu persoalan ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Teva juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran lahan. Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran lebih luas.

Selain itu, ia mendorong aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, baik yang dilakukan oleh perorangan maupun korporasi.

“Kami mengajak semua pihak untuk menghentikan praktik pembakaran lahan. Jangan lagi membuka lahan dengan cara dibakar. Setiap orang juga harus menjadi mata bagi pemerintah dengan melaporkan titik api yang muncul. Kami berharap penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan dapat dilakukan secara tegas tanpa tebang pilih sehingga potensi karhutla dapat ditekan semaksimal mungkin,” tegasnya.

Teva menambahkan, kegiatan pembagian masker tersebut tidak terlepas dari dukungan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. Menurutnya, perhatian dan kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat menjadi motivasi bagi kalangan pemuda untuk ikut terlibat membantu masyarakat yang terdampak kabut asap.

“Pembagian masker hari ini tidak akan terlaksana tanpa dukungan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. Beliau mendorong organisasi kepemudaan untuk ikut membantu masyarakat dan turut membantu penyediaan masker yang dibagikan. Atas perhatian tersebut kami mengucapkan terima kasih. Kepedulian beliau menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkontribusi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *