BATAM, Garada45.com – Wali Kota Batam Amsakar Achmad mendorong penguatan sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi kerawanan sosial melalui sinergi yang lebih kuat antara Pemerintah Kota Batam dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan, ketenteraman masyarakat, serta mendukung keberlanjutan pembangunan dan investasi di Kota Batam.
Hal itu disampaikan Amsakar saat menerima audiensi pengurus FKDM Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (2/9/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus mengantisipasi potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) yang dapat muncul di tengah masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, Amsakar didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam, Riama Manurung. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh diskusi terkait upaya memperkuat sistem kewaspadaan dini di Kota Batam.
Amsakar menyambut baik kunjungan pengurus FKDM dan menilai forum tersebut memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam memantau perkembangan situasi sosial di masyarakat. Menurutnya, berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat perlu dipetakan secara akurat agar pemerintah dapat mengambil langkah pencegahan secara cepat dan tepat.
“Keberadaan FKDM sangat strategis untuk membantu pemerintah memetakan dinamika di tengah masyarakat. Dengan deteksi dini yang akurat, kita bisa mengambil langkah pencegahan lebih cepat sehingga keamanan dan kondusivitas Kota Batam tetap terjaga,” ujar Amsakar.
Ia menjelaskan, perkembangan situasi sosial, ekonomi, maupun keamanan di masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Informasi yang diperoleh dari lapangan sangat diperlukan sebagai bahan analisis bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan maupun langkah antisipatif terhadap berbagai persoalan yang berpotensi berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Karena itu, Amsakar berharap FKDM tidak hanya berfungsi sebagai penyampai laporan kondisi di lapangan, tetapi juga mampu memberikan saran dan masukan yang konstruktif kepada pemerintah daerah. Menurutnya, masukan dari FKDM dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
“Informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan sangat dibutuhkan. Dengan begitu, pemerintah dapat mengambil keputusan yang sesuai untuk mencegah terjadinya konflik atau gangguan yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat,” katanya.
Amsakar menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan salah satu faktor utama yang mendukung keberhasilan pembangunan daerah. Kondisi daerah yang aman dan kondusif tidak hanya memberikan rasa nyaman bagi masyarakat, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Kota Batam.
Menurutnya, sebagai salah satu daerah tujuan investasi nasional, Batam harus mampu menjaga situasi yang aman dan stabil agar iklim usaha tetap tumbuh dan berkembang. Oleh sebab itu, kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat harus terus diperkuat.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota Batam, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), FKDM, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah. Kerja sama yang baik diyakini mampu memperkuat sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi kerawanan yang mungkin muncul.
Selain itu, Amsakar mendorong agar koordinasi FKDM tidak hanya berjalan di tingkat kota, tetapi juga diperluas hingga ke kecamatan dan kelurahan. Menurutnya, informasi yang diperoleh langsung dari lingkungan masyarakat akan lebih efektif dalam mendeteksi persoalan sejak awal.
“Potensi masalah yang muncul di tengah masyarakat harus diketahui sejak dini. Dengan koordinasi yang kuat hingga tingkat bawah, langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Batam, Riama Manurung, menyatakan pihaknya siap mendukung dan memfasilitasi berbagai program kerja FKDM. Ia menilai keberadaan FKDM menjadi bagian penting dalam sistem kewaspadaan dini daerah yang selama ini telah berjalan di Kota Batam.
Menurut Riama, penguatan koordinasi dan komunikasi antara FKDM dengan pemerintah daerah perlu terus ditingkatkan agar setiap informasi yang diterima dari lapangan dapat ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan terukur.
“Kesbangpol akan terus mendukung pelaksanaan tugas FKDM agar fungsi deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi gangguan di masyarakat dapat berjalan optimal,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus FKDM Kota Batam juga menyampaikan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjalankan fungsi kewaspadaan dini. Mereka siap memberikan laporan terkait kondisi sosial masyarakat serta menyampaikan berbagai saran dan pertimbangan kepada Pemerintah Kota Batam guna mendukung terciptanya keamanan dan ketenteraman daerah.
Audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antara FKDM dan Pemerintah Kota Batam. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas deteksi dini terhadap berbagai potensi kerawanan sehingga stabilitas keamanan dan kondusivitas Kota Batam dapat terus terjaga di tengah pesatnya perkembangan pembangunan daerah.
(Adverorial)











