PEKANBARU, Garda45.com – Bulan Imunisasi Kejar digelar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sepanjang Oktober 2026 untuk mengejar anak yang belum mendapatkan imunisasi maupun yang belum melengkapi imunisasi sesuai usia. Program ini menjadi perhatian serius setelah cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Pekanbaru pada 2025 baru mencapai 66,2 persen, masih di bawah target 90 persen.
Bahkan, berdasarkan laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pekanbaru, cakupan imunisasi lengkap bagi bayi di bawah dua tahun (baduta) baru mencapai 44,1 persen. Sementara itu, tercatat masih ada 3.425 anak yang belum mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib 1.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi Pemko Pekanbaru untuk memperkuat upaya penjangkauan dan melengkapi imunisasi anak yang masih terlewat.
Hal itu disampaikannya saat membuka Pencanangan Bulan Imunisasi Kejar di Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru, Jumat (2/10/2026).
Menurut Markarius, Bulan Imunisasi Kejar menjadi momentum untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai usia dan status imunisasinya.
“Imunisasi bukan sekadar memberikan suntikan kepada anak. Tetapi, imunisasi merupakan upaya perlindungan sejak dini untuk mencegah penyakit berbahaya serta menjaga kesehatan anak, keluarga, dan lingkungan,” ujar Markarius kepada Garda45.com.
Ia menegaskan, anak merupakan masa depan keluarga, masyarakat, dan Kota Pekanbaru. Karena itu, pemenuhan hak anak untuk tumbuh sehat dan terlindungi membutuhkan perhatian bersama.
Bulan Imunisasi Kejar Kota Pekanbaru berlangsung selama 1 hingga 31 Oktober 2026. Sasaran utamanya adalah bayi usia 0–11 bulan dan baduta usia 12–23 bulan.
Pemko meminta orang tua segera memeriksa catatan imunisasi anak. Apabila terdapat imunisasi yang belum diberikan sesuai jadwal, orang tua diminta segera melengkapinya.
Pelayanan imunisasi tersedia di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari Posyandu, Puskesmas, pos pelayanan imunisasi, rumah sakit, hingga fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Markarius menilai keberhasilan program tersebut tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Penjangkauan anak yang belum lengkap imunisasinya membutuhkan kolaborasi lintas sektor hingga tingkat masyarakat.
Pemko Pekanbaru melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial (Dinsos), Bappeda, Kementerian Agama (Kemenag), serta perangkat daerah lainnya.
Markarius juga meminta camat, lurah, kepala puskesmas, rumah sakit, organisasi profesi kesehatan, TP PKK, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan memperkuat edukasi serta penjangkauan sasaran di lapangan.
“Kepada para camat, lurah, kepala puskesmas, rumah sakit, organisasi profesi kesehatan, TP PKK, kader posyandu, serta seluruh tenaga kesehatan, mari kita perkuat edukasi, penjangkauan, pelayanan, dan pemantauan sasaran di lapangan,” pintanya.
Kepada para orang tua, Markarius kembali mengingatkan agar tidak menunda pemeriksaan status imunisasi anak. Anak yang masih memiliki imunisasi terlewat diharapkan segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Masyarakat juga diminta ikut membantu memberikan informasi kepada keluarga yang membutuhkan akses pelayanan imunisasi.
“Saya ingin menitipkan satu pesan untuk kita semua bahwa tidak ada anak yang terlewat. Kejar imunisasi yang terlewat, lengkapi imunisasi anak, dan berikan perlindungan terbaik sejak dini. Kejar sebelum usia satu tahun, tuntas sebelum dua tahun,” tutur Markarius.
Pemko Pekanbaru berharap pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar selama Oktober dapat meningkatkan cakupan imunisasi dan memperluas jangkauan pelayanan bagi anak yang belum memperoleh imunisasi lengkap.
“Semoga ikhtiar bersama ini menjadi bagian dari upaya kita mewujudkan generasi Kota Pekanbaru yang sehat, kuat, dan terlindungi,” pungkasnya.











