PEKANBARU, Garda45.com – Sebanyak 52 unit baby tank kapasitas 1.000 liter, 10 drum besi, dan 4 drum plastik yang diduga kuat berisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi serta minyak oplosan berhasil ditemukan di sebuah gudang penimbunan ilegal di Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Penggerebekan sarang mafia BBM ini dilakukan oleh gabungan organisasi kemasyarakatan (ormas) bersama aparat kepolisian setempat pada Jumat malam, (2/10/26) .
Aksi pengungkapan ini dimotori oleh Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB), GEMA, dan GMKR. Pergerakan massa yang didasari atas laporan keresahan warga Kulim terkait adanya aktivitas mencurigakan ini sudah dimulai sejak Jumat siang sekitar pukul 13.00 WIB.
“Akhirnya kami baru bisa membuka gudang sekira pukul 20.30 WIB saat didampingi oleh Polsek Kulim Tenayan Raya. Dari hasil temuan di gudang tersebut, kami temukan terdapat 52 tangki BBM kapasitas 1.000 liter, 10 drum besi, dan 4 drum plastik. Memang tidak semua tangki dan drum tersebut berisi penuh, ada sebagian yang sudah kosong dan sebagian terisi separuh dan penuh,” ujar Sekretaris Jenderal LLMB, Datuk Zuprizal, di lokasi kejadian.
Temuan mengejutkan tidak berhenti pada jumlah volume BBM yang melimpah. Saat tim gabungan memeriksa area dalam gudang, mereka menemukan indikasi kuat adanya aktivitas pemalsuan atau pengoplosan BBM massal untuk memanipulasi jenis bahan bakar Minyak (BBM).
“Saat dilakukan pemeriksaan, kami menemukan bahwa minyak tersebut adalah minyak berwarna bening, merah, dan hijau muda. Menariknya, kami menemukan banyak pewarna dan detergen yang diduga sebagai alat pengoplos dari minyak bening menjadi minyak seperti Pertalite atau Pertamax,” ungkap Datuk Zuprizal membeberkan modus operandi terduga pelaku.
Senada dengan Datuk Rico yang mendampingi langsung jalannya penggerebekan menegaskan bahwa aksi ini juga melibatkan pihak otoritas pemegang regulasi niaga bahan bakar.
Langkah ini katanya, diambil untuk memastikan keaslian dan kandungan zat kimia dari ribuan liter minyak yang disita secara hukum.
“Saat penggrebekan, yang memeriksa dan mengambil sampel adalah pihak Patra Niaga sebagai pihak independen dari Pertamina, guna menentukan apakah minyak tersebut berasal dari minyak subsidi atau minyak oplosan,” tegas Datuk Rico kepada wartawan.
Datuk Zuprizal secara terbuka meminta seluruh elemen masyarakat Riau untuk memperketat pengawasan lingkungan dan berani melaporkan aktivitas serupa.
“Mari dukungan dari masyarakat, semoga kelangkaan BBM dapat diatasi atas ketegasan APH (Aparat Penegak Hukum) dan pengawasan kita bersama. Ke depan, kami berharap minta pengawalan dari seluruh masyarakat agar bisa menggerebek titik yang lain, agar kelangkaan BBM di Riau bisa diatasi,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak Kepolisian Sektor Tenayan Raya dan Polresta Pekanbaru terkait status pemilik gudang dan kelanjutan proses hukum para terduga pelaku.











