Peristiwa

Portal dan Pos Security PT SIS Dirusak, Karyawan Terluka Dilempar Batu: Oknum Mengaku Baru Keluar Penjara Diduga Mengancam

88
×

Portal dan Pos Security PT SIS Dirusak, Karyawan Terluka Dilempar Batu: Oknum Mengaku Baru Keluar Penjara Diduga Mengancam

Sebarkan artikel ini
Kondisi Portal dan Pos PT SIS Yang Diduga di Rusak Oknum dari Massa. (G45/KZ).

DURI | Garda45.com – Bentrok kembali terjadi di pintu masuk perkebunan PT Sinar Inti Sawit (PT SIS), Desa Pamesi, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis, Sabtu (29/11/2025). Sekelompok orang yang mengatasnamakan masyarakat mendesak masuk untuk memanen buah sawit di dalam kebun perusahaan.

Karyawan PT SIS yang mayoritas kaum ibu berdiri menghadang dan tegas tidak memberikan akses. Penolakan itu memicu tindakan brutal. Pos security dan portal seng dihantam hingga roboh.

Di lapangan, suasana langsung brutal. Beberapa oknum maju, sebagian dari mereka membawa kayu dan mengeluarkan kalimat bernada ancaman. Salah seorang oknum berbaju hitam tampak memegang kayu dan paling lantang, bahkan sambil sesumbar akan menutup akses Jalan Pemda.

“Siapa yang bertanggung jawab di sini? Nanti kalau kalian lewat Jalan Pemda, kami tahan di sana. Kami palang!” ujar oknum tersebut.

Tak hanya mengancam, oknum tersebut dengan bangga menyebut dirinya baru keluar dari penjara, dan menjadikan hal itu sebagai bahan gertakan.

“Saya ini baru keluar penjara!” katanya lagi.

Pernyataan itu dibalas oleh seorang karyawan yang mempertanyakan apa yang harus dibanggakan dari keluar penjara. Namun oknum tersebut justru makin menjadi-jadi.

“Iya, itu yang aku banggakan! Dimana jumpa kita, keluar kau! Tandai muka aku, aku tandai kau!” balasnya dengan nada menantang.

Tak hanya ancaman, aksi lempar batu juga sempat terjadi. Seorang karyawan PT SIS mengalami luka pada bagian kaki akibat lemparan benda keras yang diduga dilakukan oknum lain dari kelompok massa tersebut.

Sementara itu, dari Informasi yang dihimpun di lapangan, aksi memaksa masuk ini disebut-sebut berkaitan dengan status lahan yang diklaim telah disita negara. Namun, dari Pengakuan sejumlah karyawan PT SIS di Lokasi, bahwa hal itu belum ada keputusan resmi yang mengatur kepemilikannya saat ini. Kondisi tersebut dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mencoba memanen buah sawit di dalam area perusahaan.

Karyawan yang sudah sejak pagi berjaga tetap bertahan meski berhadapan dengan tekanan fisik maupun ancaman keselamatan. Mereka menyatakan siap menjaga perusahaan tempat mereka menggantungkan nafkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *