BANTAN |Garda45.com – Duta Migrasi Aman International Organization for Migration (IOM) Kabupaten Bengkalis di Kecamatan Bantan melaksanakan Kampanye Publik Migrasi Aman dan Resiko Penyelundupan Manusia di Pantai Indah Selat Baru, Sabtu (29/11/2025).
Dengan membawa tema “Aku Pelaut, Bukan Penyelundup. Melaut dengan Aman, Aku Taat Aturan”, kegiatan ini menyasar para nelayan dan masyarakat pesisir, agar memahami bahaya dan konsekuensi hukum dari aktivitas ilegal di laut.
Selain edukasi, IOM Indonesia juga melakukan penanaman 500 bibit mangrove jenis api-api yang melibatkan nelayan, mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis, serta berbagai unsur pemerintah desa.
Camat Bantan, Rafli Kurniawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kampanye yang dinilai sangat penting bagi wilayah pesisir.
“Aktivitas masyarakat di Bantan banyak bergantung pada laut. Kegiatan ini memberi pemahaman agar nelayan tidak terlibat penyelundupan manusia, narkoba, maupun tindakan melawan hukum lainnya,” ujar Rafli.
Rafli berharap kampanye ini berdampak langsung pada penurunan potensi pelanggaran hukum di wilayah perairan Bantan, sembari berterima kasih atas penunjukan Samsul Bahri sebagai Duta Migrasi Aman IOM satu-satunya di Provinsi Riau.
Ketua Duta Migrasi Aman IOM Bengkalis, Samsul Bahri, menjelaskan IOM merupakan organisasi internasional di bawah PBB yang fokus pada penanganan migrasi dan perlindungan migran.
Ia berkomitmen memperluas kampanye hingga tingkat kabupaten.
“Kami membuka peluang bagi masyarakat yang ingin bergabung dan bersama menyebarkan edukasi migrasi aman,” ucap Samsul.
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Bengkalis, Sofyan, mengingatkan potensi penyalahgunaan kapal nelayan yang jumlahnya mencapai ribuan di daerah tersebut.
“Kami harap para nelayan tidak tergiur ajakan yang melanggar hukum. Lengkapi dokumen, jadilah pelaut yang taat aturan,” tegasnya.
Sementara itu, Imigrasi Kelas II PI Bengkalis, lewat Sigit Adi Nugroho, mengingatkan pentingnya dokumen resmi saat berlayar hingga lintas negara.
Ia menegaskan imigrasi tidak dapat membantu nelayan jika tertangkap di negara lain tanpa dokumen.
Kegiatan yang berlangsung dengan antusias itu ditutup dengan penyampaian ajakan bersama menjaga laut dan menjauh dari praktik ilegal.











