Ekonomi

Potensi 3,4 Juta Hektare Sawit, UMKM Riau Didorong Naik Kelas

8
×

Potensi 3,4 Juta Hektare Sawit, UMKM Riau Didorong Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Perwakilan Disperindagkop-UMKM menjelaskan strategi peningkatan daya saing UMKM di Riau. (G45/fit) 

PEKANBARU | Garda45.com Riau terus memacu hilirisasi industri kelapa sawit sebagai upaya memperkuat ekonomi daerah dan memperluas peluang usaha masyarakat. Dengan luas perkebunan mencapai 3,4 juta hektare serta produksi 9,2 juta ton CPO per tahun yang diolah pada 287 pabrik kelapa sawit, provinsi ini menjadi salah satu pusat industri sawit terbesar di nasional.

Melihat potensi besar tersebut, pemerintah bersama pemangku kepentingan mempercepat pengembangan industri turunan sawit yang kini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Dorongan hilirisasi ini juga menargetkan UMKM agar mendapatkan nilai tambah yang nyata dari komoditas sawit.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Workshop Hilirisasi Sawit yang diselenggarakan Apkasindo Provinsi Riau, Sabtu (29/11/2025) di Pekanbaru, dengan menghadirkan pelaku UMKM, perbankan, hingga lembaga pendukung industri.

Perwakilan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Provinsi Riau menjelaskan bahwa pelaku usaha turunan sawit terus bertambah dan mampu menciptakan produk bernilai jual tinggi seperti minyak makan, lilin, sabun, kerajinan lidi sawit, hingga pengolahan limbah non-B3. UMKM ini tersebar di Pekanbaru, Siak, Bengkalis, dan Rokan Hulu.

“Kami memberikan pelatihan, pembinaan manajemen usaha hingga akses pembiayaan agar UMKM dapat naik kelas dan tembus pasar yang lebih luas,” ujar perwakilan Disperindagkop-UMKM Riau.

Sektor perbankan pun menyatakan dukungan penuh. Bank Mandiri, BNI, dan Bank Sumut hadir sebagai pembicara dan menegaskan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) disiapkan untuk mempercepat pertumbuhan UMKM berbasis sawit.

Apresiasi juga disampaikan Anwar Sadat dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Ia menyebut seluruh bagian tanaman sawit mengandung nilai ekonomi yang bisa terus digarap UMKM.

“Kolaborasi yang terbangun hari ini akan mendorong hilirisasi sawit di Riau terus berkembang. UMKM akan menjadi penggerak ekonomi utama ke depan,” tegasnya.

Dengan kekuatan potensi dan dukungan kelembagaan yang solid, Riau optimistis menjadikan hilirisasi sebagai fondasi ekonomi daerah yang lebih mandiri, berdaya tahan, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *